18/07/2024 7:56
EKONOMI & BISNIS

Belum Ada Kepastian dari Pidato Powell, Rupiah dan IHSG Terpantau Bergerak Mendatar

Ilustrasi kinerja IHSG. Ist

Fokusmedan.com : Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, meski testimoni Gubernur Bank Sentral tidak secara spesifik akan memangkas besaran bunga acuan, namun, Jerome Powell memberikan pernyataan bahwa suku bunga yang bertahan tinggi akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Hal tersebut lagi-lagi ditafsirkan sebagai kemungkinan bahwa The FED akan bersikap lebih lunak untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga acuannya,” ujar Gunawan, Rabu (10/7/2024).

Menurutnya, respon bursa di AS terkait dengan testimoni Powell datar saja. Di mana indeks bursa di AS cenderung bergerak sideways.

Sementara itu, indeks bursa di Asia juga terpantau bergerak beragam dan mendatar. IHSG di sesi pembukaan perdagangan ditransaksikan mendatar dengan kecenderungan menguat di level 7.283. Kinerja IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 7.250 hingga 7.300.

Dari tanah air, rilis data penjualan kendaraan bermotor akan menjadi sentimen penggerak pasar selanjutnya. Ditambah dengan data inflasi China yang mengalami penurunan justru bisa memicu tekanan di pasar keuangan Asia.

“Selebihnya pasar menanti testimoni selanjutnya dari Bank Sentral AS yang akan menentukan arah kebijakan investasi pelaku pasar,” terangnya.

Di sisi lain, mata uang rupiah diperdagangkan stabil di level 16.245 per US Dolar.

“Saya menilai kinerja mata uang Rupiah berpeluang untuk bergerdak dalam rentang 16.240 hingga 16.280 per US Dolar pada perdagangan pagi ini. Rupiah belum sepenuhnya mendapatkan angina segar dari testimoni Bank Sentral AS,” ucapnya.

Sementara itu, harga emas ditransaksikan menguat di level $2.368 per ons troy nya. (ram)