18/07/2024 8:57
SUMUT

Basarnas Medan Berhasil Evakuasi Nelayan Terdampar di Selat Malaka

Personel ABK Rescue Boat 203 Belawan berhasil evakuasi nelayan terdampar di Selat Malaka.

Fokusmedan.com : Personel Anak Buah Kapal (ABK) Rescue Boat (RB) 203 Belawan menggunakan Regead Inflatable Boat (RIB), berhasil menyelamatkan lima orang nelayan asal Pangkalan Brandan Provinsi Sumatera Utara. Nelayan tersebut terdampar akibat kapal yang mereka tumpangi karam setelah diterjang ombak, Minggu (7/7/2024).

Insiden ini terjadi ketika kapal nelayan tersebut pada Minggu, (7/7/2024) Subuh berangkat dari Pangkalan Brandan menuju Tuasan (Rompon) yaitu lokasi biasa para nelayan mencari ikan dan tiba di lokasi sekitar Pukul 18.00 WIB, selanjutnya nelayan menambatkan kapalnya diatas atas tuasan tersebut. Namun sekitar Pukul 19.00 WIB, badai dan ombak yang tinggi menerjang daerah tersebut yang menyebabkan air masuk ke kapal, dan dikarenakan banyaknya air yang masuk sehingga para nelayan tidak sempat menguras dan menyebabkan kapal tenggelam.

Selanjutnya kelima nelayan tersebut kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan cara mengapung diatas tutup kotak penyimpanan ikan yang terbuat dari fiber.

Pada Senin, (8/7/2024) sore sekitar Pukul 16.00 WIB, sebuah kapal MV. Mersk Qinzhou berbendera Singapura melintasi kawasan tersebut. Kemudian menyelamatkan kelima nelayan dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada agen kapal yang berada di Indonesia dan meneruskan ke Basarnas Medan.

Kepala Kantor Basarnas Medan, Mustari mengatakan, begitu mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung berusaha untuk berkoordinasi dan berkoordinasi dengan agen kapal dan Nahkoda MV. Mersk Qinzhou. Dan menyepakati akan melakukan intercept pada titik koordinat yang sudah ditentukan.

“Sekitar Pukul 23.50 WIB malam tadi, Nahkoda Kapal SAR RB 203 Belawan bersama dua orang ABK bergerak menuju lokasi intercept yang berjarak sekitar 90 NM (Nautical Mile) menuju perairan Selat Malaka dari Pelabuhan Belawan selanjutnya langsung mengevakuasi kelima nelayan dan tiba di Pelabuhan Belawan sekitar Pukul 04.05 WIB dalam keadaan selamat baik ABK dan kelima nelayan,” ujarnya melalui keterangan dikutip Rabu (10/7/2024).

Setibanya di Pelabuhan Belawan, kelima nelayan tersebut sementara beristirahat di Kapal SAR RB 203 Belawan guna medapatkan pertolongan medis kepada nelayan yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

“Kami sangat bersyukur bahwa operasi penyelamatan ini berjalan lancar dan semua nelayan yang terdampar telah berhasil dievakuasi dengan selamat,” tambah Mustari.

Basarnas Medan mengapresiasi kerja sama dari semua pihak yang turut membantu dalam operasi penyelamatan ini, termasuk TNI AL Belawan, Ditpolairud Polda Sumut, Syahbandar Belawan, Otoritas Pelabuhan Belawan dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah bekerja sama secara intensif dalam upaya penyelamatan. (Rio)