18/07/2024 8:47
EKONOMI & BISNIS

Jelang Testimoni Bank Sentral AS, Rupiah Kembali Melemah

Karyawati menghitung mata uang Dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing. Bisnis

Fokusmedan.com : Pada perdagangan hari ini, Selasa (9/7/2024), agenda ekonomi penting yanag akan berpengaruh ke pasar keuangan global adalah testimoni Gubernur Bank Sentral AS yang baru akan disampaikan sekitar pukul 21.00 WIB. Sehingga dampak ke pasar keuangan baru akan dirasakan pada perdagangan esok hari.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, sejumlah bursa di Asia ditransaksikan di zona merah. Secara teknikal, IHSG berpeluang untuk mengalami koreksi terbatas mengingat IHSG sejauh ini dinilai masih memasuki area jenuh beli, sehingga rawan untuk mengalami koreksi.

“IHSG ditransaksikan mendatar di level 7.250 di mana IHSG berpeluang untuk bergerak dalam rentang 7.200 hngga 7.270,” ujarnya.

Rilis data penjualan ritel diproyeksikan akan banyak mempengaruhi kinerja IHSG dibandingkan dengan mata uang rupiah.

“Jika penjualan ritel pada bulan Mei kembali memburuk dibandingkan bulan sebelumnya, saya mengkuatirkan akan ada tekanan tambahan pada IHSG. Di mana emiten saham yang berkorelasi dengan kinerja perusahaan ritel berpeluang mengalami tekanan,” terangnya.

Di sisi lain, imbal hasil US Treasury terpantau bergerak turun dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Imbal hasil US Treasury sejauh ini berada di level 4.27% jelang pidato Gubernur Bank Sentral AS.

Pada sesi perdagangan pagi ini, Rupiah dibuka melemah di level 16.290 per US Dolar. Kinerja mata uang rupiah berpeluang untuk kembali menyentuh 16.300 per US Dolar.

Sikap hawkish The FED bisa aja kembali menekan kinerja mata uang rupiah. Dan Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 16.250 hingga 16.300 per US Dolar.

Seiring dengan pelemahan mata uang rupiah, harga emas juga ditransaksikan melemah dikisaran level $2.361 per ons troy nya. (ram)