18/07/2024 8:08
EKONOMI & BISNIS

Ada Banyak Agenda Ekonomi di Tanah Air, Pelaku Pasar Waspada

Ilustrasi pasar keuangan. Net

Fokusmedan.com : Kinerja Rupiah dan IHSG selama sepekan sebelumnya mampu menorehkan kinerja yang positif. Dalam sepekan ke depan, pasar keuangan akan banyak dibanjiri oleh agenda ekonomi dari tanah air.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, sejumlah agenda ekonomi dari tanah air tersebut adalah rilis indeks kepercayaan konsumen, penjualan ritel, penjualan kendaraan bermotor hingga penjualan mobil. Tidak hanya dari tanah air, Pidato Gubernur Bank Sentral AS akan kembali menghiasi pasar keuangan global.

“Dan jelang perdagangan akhir pekan nanti, data ekspektasi inflasi AS akan kembali menjadi fokus perhatian pasar. Sejauh ini, kemungkinan yang muncul dari data maupun pidato The FED adalah, bahwa The FED diperkirakan tidak akan menaikkan bunga acuannya lagi,” ujarnya, Senin (8/7/2024).

Di sisi lainnya, The FED justru diproyeksikan masih belum akan memangkas besaran bunga acuannya. Pelaku pasar akan sangat berhati-hati dalam merespon pidato The FED nantinya, terlebih jika rilis data ekonomi di tanah air justru menunjukan ada penurunan geliat ekonomi.

“Pasar akan mencermati indeks penjualan ritel dan kepercayaan konsumen yang akan dirilis Bank Indonesia,” terangnya.

Pada sesi perdagangan pagi, IHSG ditransaksikan melemah di kisaran level 7.145. Hal yang juag adialami oleh mayoritas bursa di Asia yang diperdagangkan melemah pada pagi ini. IHSG selama sepekan kedepan berpeluang bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.175, di mana, tekanan besar berpeluang muncul dari sikap The FED, seandainya The FED kian bernada hawkish.

Di sisi lain, mata uang rupiah terpantau sedikit mengalami penguatan di level 16.270 per US Dolar. Rupiah juga masih akan dibayangi oleh sikap Bank Sentral AS yang bisa saja urung memangkas bunga acuan di tahun ini.

“Rupiah dalam sepekan berpeluang ditransaksikan dalam rentang 16.230 hingga 16.370 per US Dolar. Dan pergerakannya akan sangat dipengaruhi oleh arah pidato Gubernur Bank Sentral AS,” terang Gunawan.

Sementara itu, harga emas terpantau ditransaksikan di level $2.385 per ons troy. Lebih tinggi jika membandingkan kinerja harga emas pada perdagangan hari jumat sore pekan lalu dikisaran $2.360 per ons troy nya.

“Emas belakangan ini diuntungkan dengan memanasnya tensi geopolitik yang terjadi di timur tengah. Dan kurang diuntungkan dengan sikap The Fed akhir akhir ini,” pungkasnya. (ram)