18/07/2024 9:37
INTERNASIONAL

Wapres Chilima Tewas, Malawi Umumkan Berkabung Nasional Selama 21 Hari

Wakil Presiden Malawi Saulos Klaus Chilima. AFP

Fokusmedan.com : Presiden Malawi Lazarus Chakwera pada Selasa (11/6) mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga pekan, sehubungan dengan kematian Wakil Presiden Malawi Saulos Klaus Chilima dan delapan pejabat lainnya dalam kecelakaan pesawat.

Dalam pernyataan tertulis pemerintah Malawi, Presiden Dr. Lazarus McCarthy Chakwera memberi arahan agar negara menerapkan masa berkabung selama 21 hari yang dimulai hari ini atau 11 Juni 2024 hingga 1 Juli 2024.

Masa berkabung tersebut untuk menghormati Wakil Presiden Republik Malawi Dr. Saulos Klaus Chilima, dan delapan pejabat yang hilang dalam kecelakaan pesawat tragis Senin (10/6) di dekat Chikangawa, Mzimba.

Chakwera juga memerintahkan agar semua bendera diturunkan selama masa berkabung, demikian bunyi pernyataan itu.

Jenazah korban kecelakaan telah diangkut ke ibu kota negara, Lilongwe, kata presiden Malawi melalui media sosial.

Wakil Presiden Malawi Saulos Chilima dipastikan meninggal dunia setelah reruntuhan pesawat militer yang ditumpanginya ditemukan di kawasan hutan Chikangawa di Kota Mzuzu, Malawi bagian utara pada Selasa pagi waktu setempat.

Sejatinya, Wapres Chilima dijadwalkan menghadiri upacara pemakaman mantan Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung negara tersebut, Ralph Kasambara, yang meninggal dunia secara mendadak pada Jumat (7/6) dan dimakamkan di Mzuzu.

Namun, menurut Angkatan Bersenjata Malawi, pesawat tersebut gagal mendarat sesuai jadwal di Bandara Internasional Mzuzu karena jarak pandang yang buruk dan terpaksa kembali ke Lilongwe.

Pesawat nahas itu kemudian menghilang dari radar saat dalam penerbangan menuju ibu kota.

Saulos Chilima adalah politisi berusia 51 tahun dengan latar belakang pengusaha. Ia terpilih sebagai wakil presiden untuk pertama kalinya pada 2014, saat berpasangan dengan calon presiden Arthur Peter Mutharika.

Chilima kembali terpilih sebagai wakil presiden pada pemilu presiden 2020, sebagai pasangan calon presiden Chakwera, setelah Mahkamah Konstitusi Malawi memerintahkan pembatalan hasil pemilu 2019. (Sputnik-OANA/Ant)