23/06/2024 17:32
EKONOMI & BISNIS

IHSG dan Rupiah Menguat di Awal Bulan, Harga Emas Alami Tekanan

Karyawati menghitung mata uang Dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing. Bisnis

Fokusmedan.com : Laju tekanan inflasi di tanah air mengalami penurunan, erdasarkan rilis data oleh BPS (badan pusat statistik), indonesia membukukan deflasi sebesar 0.03% secara bulanan dan secara y-o-y turun menjadi 2.84%.

“Kinerja inflasi yang membaik tersebut menjadi kabar baik bagi pasar keuangan di tanah air. Terpantau IHSG dan mata uang Rupiah ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, Senin (3/6/2024).

IHSG ditutup menguat 0.94% di level 7.036,19. Mayoritas bursa saham di Asia juga mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Membaiknya data indeks manufaktur China (caixin manufacturing PMI) menjadi kabar baik bagi pasar keuangan di Asia. Indeks manufaktur China berada di level 51.7 pada bulan meim atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di level 51.5.

Saham di sektor perbankan menjadi pendorong penguatan kinerja IHSG. Sementara itu, mata uang rupiah ditutup menguat di level 16.225 per US Dolar. Kinerja US Dolar sendiri di Asia terpantau bergerak sangat variatif terhadap sejumlah mata uang di Asia pada perdagangan hari ini. Kinerja mata uang rupiah membaik seiring dengan memburuknya imbal hasil US Treasury.

Sementara itu, harga emas dunia ditransaksikan melemah di level $2.326 per ons troy nya. Harga emas melemah seiring dengan memburuknya ekspektasi pemangkasan bunga acuan. Jika dirupiahkan harga emas saat ini ditransaksikan melemah dikisaran Rp1.2 juta per gramnya. (ram)