14/06/2024 6:26
SUMUT

Pemerintah Izinkan Lagi Bulog Impor Beras 1,6 Juta Ton di 2024, Ini Alasan Kemendag

Fokusmedan.com : Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan izin impor beras untuk tambahan sebanyak 1,6 juta ton di tahun 2024.

Impor beras ini disebut untuk memenuhi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di masa yang akan datang.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim menjelaskan sudah menugaskan Perum Bulog untuk melakukan impor beras.

Tambahan kuota impor ini jadi pelengkap izin impor sebanyak 2 juta ton yang sudah diproses lebih dahulu.

“Kami sudah menerbitkan persetujuan impor. Pertama 2 juta ton tahun 2024, dan ada tambahan 1,6 juta ton persetujuan impor sudah diterbitkan,” ujar Isy dalam Rapat Koordinasi Pengamanan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idulfitri 2024 di Jakarta, Senin (4/3).

Isy menjelaskan kloter awal impor beras sudah masuk sebanyak 500 ribu ton.

Itu mengacu pada data yang masuk selama Januari-Februari 2024 ini.
“Dari laporan Perum Bulog, realisasinya sudah lebih dari 500 ribu ton pada triwulan pertama ini,” kata Isy.
Pada konteks pemenuhan stok tadi, Isy menegaskan pemerintah menjaga stok CBP sebesar 1,2 juta ton sampi 1,4 juta ton.

Tujuannya untuk melakukan intervensi pasar dengan operasi pasar maupun mengguyur stok ke gudang-gudang.

Meski begitu, Isy mengaku penurunan harga beras baru terjadi di tingkat pasar induk.

Sementara, pada tingkat pasar tradisional belum mengalami perubahan yang signifikan. Sama halnya dengan harga beras premium yang belum bergerak turun di pasaran.

“Pasar induk sudah mengalami penurunan tapi belum merambat ke pasar tradisional. Beras premium memang belum terjadi penurunan, ada kenaikan, tapi kenaikannya tidak setinggi minggu lalu,” kata Isy.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mewaspadai suasana memanas saat Ramadan dan Idul Fitri 2024.

Bukan karena suasana politik, tapi karena tingginya harga pangan.

“Saya mohon betul kepada Gubernur, kepala daerah agar situasi keamanan harus terus terjaga baik, itu nomor satu, ini perlu rapat dengan forkopimda,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idulfitri, di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Senin (4/3).

Tito bilang, aspek politik yang biasanya menjadi pemicu suasana menjadi panas. Namun, prediksinya pada ramadan nanti, suasana politik lebih tenang.

Mengingat prosesnya sudah masuk penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di samping itu, dia mewanti-wanti aspek harga pangan dan pasokan pangan di pasaran yang dikhawatirkan akan terjadi.

“Namun, satu-satunya mungkin yang akan rawan ketika harga-harga naik atau langka barangnya,” kata Tito.(yaya)