17/06/2024 18:03
EKONOMI & BISNIS

Banyak Agenda Ekonomi Penting dalam Sepekan, Pergerakan Pasar Bisa Sangat Volatile

Ilustrasi kinerja IHSG. Bisnis

Fokusmedan.com : Sepekan ke depan, akan ada banyak agenda ekonomi penting yang akan dirilis baik dari dalam dan luar negeri. Dari tanah air akan menanti rilis data cadangan devisa. Sementara dari sisi eksternal akan ada testimoni Gubernur Bank sentral AS yang dijadwalkan akan memberikan pidato selama dua kali.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, pelaku pasar akan mencermati testimoni tersebut. Dan tidak mudah memproyeksikan dampak dari testimoni itu ke pasar keuangan.

“Saya menilai bahwa pasar akan lebih berhati-hati menjelang testimoni yang dijadwalkan pada hari rabu dan kamis. Serta ditutup dengan rilis data ketenaga-kerjaan di akhir pekan. Arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS akan lebih terlihat nantinya saat testimoni disampaikan,” ujarnya, Senin (4/3/2024).

Dalam sepekan pasar keuangan berpotensi untuk bergerak sangat volatile. Pada sesi pembukaan perdagangan awal pekan ini, IHSG dibuka menguat tipis di kisaran level 7.315, dimana gerak pasar saham di Asia sangat bervariasi dan bergerak sideways.

Minimnya sentimen pasar di awal pekan justru akan dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga jelang testimoni Gubernur Bank Sentral AS.

Sementara itu, kinerja mata uang rupiah terpantau mengalami pelemahan di level 15.710 per US Dolar seiring minimnya sentimen. Pada hari kamis mendatang, data cadangan devisa akan menjadi data yang paling berpengaruh terhadap kinerja mata uang rupiah.

“Sejauh ini, pasar bersikap lebih lunak jelang testimoni yang tercermin dari melemahnya imbal hasil US Treasury,” katanya.

Sementara itu, jelang rilis data ekonomi dalam sepekan kedepan. Harga emas ditransaksikan menguat dibandingkan dengan kinerja di akhir pekan sebelumnya. Harga emas ditransaksikan di level $2.085 per ons troy, mendekati level psikologis $2.100 per ons troy nya pada perdagangan pagi ini.

“Harga emas naik seiring dengan sikap pasar yang yakin bahwa Testimoni The FED akan bernada lebih dovish dari yang sebelumnya,” pungkasnya. (ram)