17/06/2024 18:12
SUMUT

Perlahan Tapi Pasti, PT KAI Divre I Sumut Terus Bertransformasi

Situasi penumpang di kereta api. Dok PT KAI Divre I Sumut

Fokusmedan.com : Suara berisik, pedagang mondar-mandir, panas dan kumuh menjadi gambaran moda transportasi kereta api di Sumatera Utara (Sumut) beberapa tahun lalu. Kerja keras dan kerja nyata manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) membuahkan hasil “manis” sehingga kereta api layak dikatakan bertransformasi.

Saat ini, wajah kereta api yang kumuh, tak terawat, berantakan dan tidak bersahabat, berubah menjadi bersih, rapi, dan lebih humanis. Tentu saja, hal ini tidak hanya memberikan keuntungan benefit semata kepada manajemen kereta api tetapi juga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang.

Inilah yang dirasakan salah satu penumpang PT KAI Divre I Sumut, Wanna Sari. Warga Merbau Rantau Prapat ini mengaku, KAI sudah tumbuh sebagai perusahaan jasa transportasi yang semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi andalan.

Di tahun 2000, saat itu ia ingin melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan transportasi yang digunakan menuju Medan adalah kereta api Sribilah. Pastinya, rasa tidak nyaman dan penuh sesak yang ia alami.

“Masih ingat, kalau dulu itu naik kereta api pelayanan kurang, ruangan pakai kipas angin, banyak pedagang yang jual makanan dan minuman. Selain itu, kebersihan tidak terjaga, sering over kapasitas, bisa duduk di gang-gang kereta ataupun duduk di lokomotif,” ujar Wanna, Selasa (20/2/2024).

Sekarang, sambung Wanna, itu semua sudah tidak bisa dinikmati lagi. Yang ada, penumpang hanya mendapatkan keamanan dan kenyamanan saat perjalanan.

“Kalau saya gambarkan, perubahannya seperti perlahan tapi pasti dan progresnya itu perlahan tapi jelas,” katanya.

Dengan adanya perubahan itu, tambah Wanna, wajar harga tiket kereta api mahal, karena penumpang membeli keamanan dan kenyamanan. Dan semua itu memang disediakan oleh manajemen kereta api.

Sebagai contoh, lanjutnya, semua ruangan sudah ber-AC, ada layar televisi untuk nonton, pemeriksaan identitas lebih ketat, penumpang disesuaikan dengan kapasitas kursinya. Selain itu, penumpang juga diajarkan lebih smart dengan beradaptasi dengan teknologi sehingga memudahkan untuk pembelian tiket kereta api dan terpenting, jadwal keberangkatan selalu tepat waktu.

Menurut jurnalis di salah satu media televisi ini, hingga saat ini ia setia naik kereta api karena moda transportasi lainnya tidak bisa memberikan pelayanan seperti yang diberikan kereta api, secara kebersihan, secara kenyamanan dan termasuk keselamatan. Kereta api juga dapat dimanfaatkan saat dalam keadaan mendesak, dilihat dari efisiensi waktu, Medan-Rantau Prapat bisa ditempuh sekitar 5 jam.

“Sepanjang yang saya tahu, angka kecelakaan kereta api jika dilihat dari kecelakaan keretanya bisa dibilang minim. Naik kereta api itu tepat waktu, naik pesawat saja bisa delay dan saya lebih mempertimbangkan keselamatan dan itu membuat saya nyaman. Kalau sudah nyaman tidak bisa move on ke transportasi lain,” tuturnya.

Banyak Kendala untuk Bertransformasi

Seorang penumpang sedang menunjukkan aplikasi KAI menggunakan telpon seluler. Dok PT KAI Divre I Sumut

Manajemen PT KAI Divre I Sumut memerlukan waktu beberapa tahun untuk melakukan perubahan. Tak mudah, banyak kendala yang harus dihadapi dan diperlukan kerja keras untuk mewujudkan transportasi kereta api yang aman dan nyaman.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin mengatakan, perubahan wajah dilakukan sekitar lima tahun dari 2010 sampai dengan sekitar 2015. Kendala yang dihadapi cukup banyak, mulai dari penolakan internal serta eksternal pelanggan karena perubahan kultur atau kebiasaan penumpang kereta api.

“Upaya awal yang dilakukan adalah merubah mindset jajaran KAI yang awalnya product oriented menjadi customer oriented. Harus ada perubahan di setiap lini khususnya pelayanan penumpang,” terangnya.

Anwar melanjutkan, beberapa transformasi yang dilakukan diantaranya, Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara pengembangan skill melalui pendidikan dan latihan (Diklat) serta dilakukan penambahan SDM melalui jalur pro hire. Sebab, SDM menjadi salah satu kunci penting untuk transformasi KAI.

“SDM telah diberikan Diklap-Diklap refreshing (penyegaran) terkait aturan-aturan/SOP dan melakukan praktik lapangan, serta dengan melakukan sertifikasi bagi petugas operasional maupun perawatan sarana dan prasarana,” tambahnya.

Untuk transformasi di bidang sarana, lanjutnya, PT KAI melakukan peremajaan atau penambahan kereta baru dan inovasi di semua kereta dipasang penyejuk udara/AC dan pemasangan toilet ramah lingkungan sehingga kotoran tidak lgsg dibuang di jalan rel.

Dari segi prasarana, tentunya terdapat peningkatan jalan dengan pembangunan jalur ganda oleh pemerintah selaku regulator. Dengan begitu meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan meningkatkan waktu tempuh lebih singkat.

“Dengan dilakukan semua itu, perubahan tentunya terasa dari segi peningkatan volume penumpang dan kepercayaan masyarakat serta stakeholders kepada layanan KAI. Kemudian, dari segi pendapatan tentunya terjadi peningkatan juga,” ujarnya.

Hingga Kuartal III 2023, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,51 triliun, naik 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2022, yakni Rp 1,26 triliun. Tak hanya fokus mencetak profitabilitas, KAI mengedepankan prinsip-prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan bisnis sehingga dapat menciptakan ekosistem transportasi berkelanjutan.

Bukan hanya peningkatan pendapatan, namun goals yang ingin dicapai tentunya dapat menjadi moda transportasi pilihan masyarakat yang aman, selamat, nyaman dan efisien. Terbukti, selama tahun 2023 sampai dengan saat ini, kejadian kecelakaan KA di Sumut belum pernah terjadi (nol).

Adapun langkah dari Manajemen untuk mempertahankan hal tersebut yakni dengan melakukan pembinaan teknis maupun non teknis, serta melakukan pemeriksaan lintas untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilaksanakan oleh jajaran PT KAI Sumut telah sesuai dengan prosedurnya.

“PT KAI Sumut selalu melakukan pemeriksaan rutin setiap minggu dengan metode pemeriksaan bersama (joint inspection). Untuk prasarana track atau jalan rel dan jembatan dilakukan pemeriksaan setiap hari,” jelas Anwar.

Sementara itu, dari data KAI Sumut, selama tahun 2023, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kelalaian masyarakat sebanyak 53 kali. Adapun langkah yang dilakukan yaitu KAI senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pengendara jalan raya untuk selalu berhati-hati ketika melewati perlintasan sebidang.

Selain itu, sambung Anwar, PT KAI juga melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat untuk mengimbau warganya agar tidak melakukan tindak vandalisme ataupun pelemparan.

“Kami juga melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta kewilayahan untuk meminimalisir kecelakaan di jalur rel maupun di perlintasan kereta api. KAI mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang, tengok kanan kiri sebelum melintas serta selalu dahulukan perjalanan kereta api,” tukasnya.

Selain keamanan, tambahnya, PT KAI juga memberi kenyamanan bagi penumpang. Salah satunya dengan memberikan inovasi kepada para pelanggan setia kereta api dengan menerapkan sistem antrean pada aplikasi Access by KAI maupun web KAI.

“Inovasi tersebut bertujuan agar calon penumpang mendapat kepastian layanan waktu tunggu dalam memesan tiket kereta api. Diharapkan, bukan hanya menjadi moda transportasi aman tetapi juga memberikan kenyamanan,” pungkas Anwar. (ng)