20/06/2024 2:09
EKONOMI & BISNIS

Pemilu Berjalan Lancar, Jadi Katalis Positif Bagi Pasar Keuangan

Ilustrasi kinerja IHSG. Shutterstock

Fokusmedan.com : Berdasarkan hasil quick count, pasangan 02, Prabowo-Gibran sejauh ini memperoleh suara tertinggi. Dan berdasarkan hasil quick count tersebut, maka pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan hasil survei dari sejumlah lembaga terkait elektabilitas paslon sebelumnya.

“Artinya pelaku pasar masih akan mempertahankan sikapnya, dan gambaran Capres masih sama seperti yang terbentuk dari hasil surveibselama ini,” kata Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, Rabu (14/2/2024).

Menurut Gunawan, potensi penguatan pada pasar keuangan khususnya pasar saham bisa saja terjadi, mengingat kinerja pasar keuangan khususnya pasar saham sehari sebelum Pemilu mengalami koreksi yang signifikan. Dan jika berkaca kepada kinerja pasar saham di Asia pada perdagangan hari ini, yang ditransaksikan beragam maka IHSG berpeluang untuk berkinerja lebih baik pada perdagangan besok.

Namun, kata dia, berkaca kepada kemenangan Presiden SBY dalam hasil quick count, pasar saham justru dilanda aksi profit taking. Situasinya bisa saja berulang pada perdagangan setelah Pemilu atau Pilpres mengingat IHSG sendiri juga mengalami kenaikan yang cukup signifkan di tahun 2024 sehingga secara teknikal sangat berpeluang memicu terjadinya koreksi.

“Secara keseluruhan, Pemilu yang berjalan lancar dan damai akan menjadi katalis positif bagi pasar, terlepas siapapun pemenangnya. Dan pada dasarnya, pelaku pasar juga sangat rasional dalam menilai portfolio kedepan setelah pemilihan presiden. Artinya pelaku pasar akan kembali kepada hal-hal mendasar seperti lebih melihat fundamental ekonomi, dalam menilai prosfek kinerja pasar keuangan,” tuturnya.

Faktor fundamental tersebut juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah nantinya. Fokus pelaku pasar kedepan akan tertuju pada rekapitulasi hasil perhitungan suara oleh KPU (komisi pemilihan umum).

“Dan volatilitas pada pasar keuangan akan kembali kepada rutinitas biasa yakni rilis kinerja ekonomi maaupun kebijakan lain baik dari sisi internal dan eksternal,” pungkasnya. (ng)