21/06/2024 21:32
EKONOMI & BISNIS

Pelaku Pasar akan Cermati Pergerakan Rupiah

Ilustrasi dolar AS. Thinkstock

Fokusmedan.com : Amerika Serikat (AS) akan merilis data inflasi yang akan menjadi tolak ukur untuk melihat bagaimana nantinya arah kebijakan suku bunga acuan The FED pada malam nanti. Sejauh ini, jelang rilis data inflasi tersebut, mata uang Garuda melemah terhadap US Dolar.

Rupiah tengah menuju level 16 ribu per US Dolar walaupun di tahun lalu level tersebut juga sangat sulit untuk terlewati. Rupiah tercatat sempat berada di level 15.900-an per US Dolar, menjadi level yang paling buruk dalam satu tahun terakhir.

“Secara teknikal pelemahan rupiah menjadi sangat terbatas sejauh ini. Walaupun secara fundamental, mata uang Rupiah sangat dipengaruhi bagaimana sikap Bank Sentral AS kedepan nantinya,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, Jumat (26/1/2024).

Pada dasarnya, lanjutnya, jika mengacu kepada kebijakan moneter yang akan dilakukan AS di tahun ini. Rupiah justru dinaungi kabar baik karena bunga acuan The FED akan diturunkan.

Namun, di sisi lainnya dampak dari memburuknya tensi geopolitik, sangat berpeluang untuk menambah beban kinerja mata uang rupiah. Di mana ancaman kenaikan harga minyak mintah dunia berpeluang memicu terjadinya peningkatan kebutuhan US Dolar di tanah air.

Sehingga, kata dia, demand terhadap US Dolar yang tinggi akan memicu pelemahan Rupiah. Dan situasi tersebut yang perlu diwaspadai.

Pada perdagangan pagi ini, mata uang rupiah bergerak sideways dengan kecenderungan turun dikisaran 15.830 per US Dolar. Pasar keuangan domestik akan melihat bagaimana kinerja rupiah sebagai tolak ukur untuk melihat kinerja IHSG terlebih setelah pelemahan yang cukup tajam pada perdagangan kemarin.

Di sisi lainnya, kinerja IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka melemah di kisaran level 7.150. IHSG sendiri berpeluang untuk bergerak seirama dnegan bursa di Asia yang masih bergerak sideways. Dengan catatan tidak terjadi fluktuasi yang cukup tajam pada rupiah dan untuk harga emas pada perdagangan pagi ini terpantau menguat di level $2.023 per ons troy nya. (ram)