17/06/2024 18:42
EKONOMI & BISNIS

Rupiah Tembus 15.700 Karena Bank Sentral AS, IHSG Bergerak Sideways

Ilustrasi petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di pusat sebuah bank di Jakarta. Antara

Fokusmedan.com : Tidak ada agenda besar yang akan mampu mendorong kinerja pasar keuangan secara keseluruhan pada perdagangan hari ini, Rabu (24/1/2024). Sisi teknikal masih akan menjadi alat yang digunakan dalam transaksi harian ditengah minimnya agenda fundamental.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, di tanah air, akan ada data investasi asing langsung ke sektor rill yang akan dirilis. Akan tetapi data tersebut diperkirakan tidak akan memberikan perubahan besar bagi pasar keuangan seperti rupiah maupun pasar saham.

“Kecuali ada perubahan realisasi yang diluar biasanya yang lantas bisa merubah persepsi pasar nantinya. IHSG sendiri pada sesi perdagangan pagi ini bergerak sideways di dua zona yang berbeda,” ujar Gunawan.

IHSG masih berkutat di kisaran 7.255 dan berada di zona merah. Namun sesaat kemudian kerap berada di zona hijau di kisaran leve 7.260.

Sementara itu pasar saham di Asia juga bergerak beragam, di mana Hang Seng memimpin penguatan pada perdagangan pagi ini dengan membukukan kenaikan diatas 2% sejauh ini.

Sementara itu, mata uang Rupiah mengalami pelemahan yang cukup tajam hingga menyentuh 15.710 per US Dolar padi sesi perdagangan pagi.

“Pasar kembali meragukan rencana penurunan bung aacuan Bank Sentral AS yang membuat kinerja mata uang di banyak negara melemah terhadap US Dolar. Pelaku pasar kian tidak yakin dengan ekspektasi penurunan bunga acuan yang akan dilakukan paling cepat pada bulan maret mendatang,” terangnya.

Di sisi lain, harga emas juga terpantau mengalami pelemahan di level $2.025 per ons troy pada perdagangan pagi ini. Emas melemah juga dipicu oleh ketidakpastian rencana penurunan suku bunga, yang turut dicerminkan dengan meningkatnya imbal hasil US Treasury 10 tahun, yang sejauh ini berada di kisaran level 4.13%. (ng)