22/06/2024 5:44
NASIONAL

Luhut Semprot Tom Lembong soal Harga Nikel Dunia Anjlok Akibat Hilirisasi: Jangan Beri Data Bohong ke Capres Anda

Fokusmedan.com : Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) marah usai Co Captain Timnas AMIN Tom Lembong menyebut, harga nikel anjlok akibat kebijakan hilirisasi secara ugal-ugalan yang dijalankan pemerintah Indonesia.

Dia lantas meminta Tom Lembong untuk tidak berbohong memberikan masukan kepada pasangan calon presiden yang didukungnya.

“Jadi saya nggak ngerti bagaimana Tom Lembong memberikan statement seperti ini nih, bagaimana anda memberikan advice (masukan) bohong kepada calon pemimpin yang anda dukung,” tegas Luhut melalui akun instagramnya @luhut.pandjaitan dikutip Rabu (24/1).

Menko Luhut kemudian meminta Tom Lembong untuk mempelajari naik turunnya harga komoditas dunia dalam rentang 10 tahun. Menurutnya, naik turun harga komoditas dunia tidak hanya berlaku bagi nikel namun juga batu bara.

“Anda perlu melihat data panjang 10 tahun, kan anda pebisnis juga. Kan siklus daripada komoditi itu kan naik turun Apakah itu batu bara,nikel, timah, atau emas. Apa saja,” ujarnya.

Luhut mencatat, harga nikel dunia saat ini yang bertengger dikisaran USD 15.000 relatif lebih baik dari periode sebelum pemerintah menjalankan kebijakan hilirisasi.

Pasalnya, pada saat Indonesia baru memulai kebijakan hilirisasi harga nikel hanya mencapai USD 12.000 pada periode 2014-2019.

“Bahkan pada periode 2014-2019, periode hilirisasi mulai kita lakukan harga rata-rata nikel itu hanya USD 12.000-an,” ucapnya.

Oleh karena itu, Luhut meragukan intelektualitas dari sosok Tom Lembong. Sebab, dia menilai cara berpikir yang dilakukan Tom Lembong tidak mencerminkan suatu sikap yang baik.

“Saya sedih melihat anda, artinya intelektual anda itu menurut saya jadi saya ragukan.¬†Oke mungkin anda betul orang intelektual, tapi menurut saya tidak bagus,” pungkas Luhut.

Sebelumnya, Co Captain Timnas AMIN Tom Lembong mengatakan harga nikel dunia tengah anjlok saat ini. Menurutnya, jatuhnya dikarenakan hilirisasi nikel di Indonesia yang dinilai ugal-ugalan.

Selain itu, Tom Lembong menyebut jika produsen mobil listrik dunia beralih Lithium Ferrophosphate (LFP) sebagai alternatif bahan baku baterai kendaraan listrik ketimbang nikel.

Padahal, Indonesia digadang-gadang bisa ikut terlibat dalam rantai industri kendaraan listrik dunia. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan berupa nikel.(yaya)