20/06/2024 3:53
EKONOMI & BISNIS

Masih Dipengaruhi Faktor Teknikal, IHSG dan Rupih di Zona Merah

Ilustrasi kinerja IHSG. Ist

Fokusmedan.com : Kinerja pasar keuangan pada perdagangan hari ini, Selasa (23/1/2024) khususnya bursa saham di Asia banyak yang diperdagangkan di zona hijau. Kinerja IHSG diproyeksikan akan bergerak seirama dengan penguatan bursa di Asia.

IHSG pada sesi pembukaan perdagan ditransaksikan di zona merah dikisaran level 7.243. Kinerja sejumlah indeks bursa di Asia akan lebih banyak mengandalkan faktor teknikal seiring dengan minimnya rilis data ekonomi.

“Satu-satunya faktor fundamental yang akan mempengaruhi kinerja pasar keuangan adalah kebijakan bunga acuan oleh bank sentral jepang atau BoJ,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin.

Namun, lanjutnya, dampak dari kebijakan tersebut sangat minim ke pasar keuangan di tanah air. IHSG maupun kinerja mata uang rupiah diproyeksikan akan bergerak terbatas di mana IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 7.180 hingga 7.270 pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, mata uang rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.600 hingga 15.650. Tekanan pada mata uang rupiah diproyeksikan akan kembali terjadi seiring dengan membaiknya imbal hasil US Treasury 10 tahun yang kembali berada di atas level 4.1% pada perdagangan di pagi ini.

Mata uang rupiah pada perdagangan pagi hari ini ditransaksikan melemah di kisaran level 15.650 per US Dolar. Sementara itu, harga emas ditransaksikan menguat di kisaran level $2.021 per ons troy.

Meskipun menguat dibandingkan dengan sesi perdagangan waktu Eropa, harga emas terpantau bergerak lebih rendah dibandingkan perdagangan sore kemarin di kisaran level $2.022 per ons troynya.

“Kinerja pasar keuangan di tanah air secara keseluruhan berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini. Meskipun dalam pelemahan yang relatif terbatas,” terangnya.

Sementara itu, selain menanti rilis data inflasi pada akhir pekan, pelaku pasar juga terus mencermati dinamika ekonomi yang ada di China. Memburuknya sejumlah data ekonomi China belakangan ini memunculkan kekuatiran akan adanya potensi tekana pada pasar keuangan di asia maupun di tanah air.

“Pelaku pasar masih harus dihadapkan dengan ketidakpastian yang cukup besar, dan sangat berpeluang menjadi kabar buruk bagi pasar keuangan di tahun 2024 ini,” pungkasnya. (ram)