22/06/2024 6:05
EKONOMI & BISNIS

China Kasih Kabar Baik, Pasar Keuangan Hingga Harga Emas Menguat

Ilustrasi kinerja pasar keuangan di Indonesia. 123rf.com

Fokusmedan.com : Keseriusan Bank Sentral AS memangkas besaran bunga acuan kembali diragukan pelaku pasar. Keraguan tersebut telah menekan kinerja pasar keuangan khususnya mata uang.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, keraguan pelau pasar kian mencuat setelah The Fed juga masih belum berencana untuk memulai memangkas besaran bunga acuannya dalam waktu dekat.

“Meski demikian, mata uang rupiah pada perdagangan sore mengalami penguatan,” ujarnya, Selasa (23/1/2024).

Rupiah terpantau menguat di level 15.625 per US Dolar. Setelah selama sesi perdagangan hari ini Rupiah sempat melemah hingga menyentuh 15.670. Dan pelemahan rupiah juga dibarengi dengan peningkatan imbal hasil US treasury yang pada sesi perdagangan sore ini bertengger di level 4.124%.

Di sisi lain, IHSG juga mampu melawan tekanan yang terjadi selama sesi perdagangan. IHSG yang sempat melemah hingga nyaris menyentuh 7.200, mampu berbalik di masa injury time dengan membukukan penguatan mencapai 0.12% di level 7.256,23. Kinerja IHSG mengalami penguatan seiring dnegan membaiknya kinerja sejumlah bursa di Asia.

Pasar keuangan di Asia khususnya bursa saham tengah mendapatkan kabar baik dari rencana pihak otoritas China yang akan menggelontorkan stimulus untuk menstabilkan pasar saham China. Dengan besaran angka stimulus mencapai $278 miliar.

“Rencana pihak otoritas China tersebut menjadi kabar baik bagi pasar, di tengah banyaknya kabar buruk belakangan ini,” katanya.

Sementara itu, harga emas dunia menguat di level $2.028 per ons troy. Harga emas lebih baik dibandingkan dengan sesi perdagangan pagi. Walaupun emas sejauh ini masih dibayangi kabar buruk setelah The FED belum bisa memastikan penurunan bunga acuan. (ram)