23/06/2024 19:31
EKONOMI & BISNIS

Pasar Lebih Banyak Mengandalkan Faktor Teknikal, Mata Uang Rupiah Terkoreksi

Ilustrasi kinerja pasar keuangan di Indonesia. 123rf.com

Fokusmedan.com : Mayoritas bursa di Asia mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (19/1/2024). Data inflasi Jepang menjadi salah satu pendorong menguatnya sejumlah bursa di Asia. Jepang merealisasikan inflasi bulan desember paling rendah dalam 6 bulan terakhir.

IHSG berpeluang untuk mengekor kinerja bursa di Asia, meskipun diproyeksikan masih akan kesulitan untuk menembus level psikologis 7.300. IHSG pada sei pembukaan perdagangan naik dikisaran level 7.268. IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 7.200 hingga 7.280.

“Pelaku pasar masih menanti rilis data investasi asing (FDI) China pada siang nanti. Jika data tersebut dirilis nantinya akan berpeluang merubah arah pergerakan pasar,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin.

Di sisi lain, mata uang rupiah berpeluang mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Kinerja mata uang Rupiah di sesi perdagangan pagi terpantau sedikitmengalai tekanan di kisaran level 15.620 per US Dolar.

“Tekanan pada mata uang rupiah pada hari ini dipicu oleh meningkatnya imbal hasil US Treasury 10 tahun yang mengalami peningkatan di kisaran 4.163%,” terangnya.

Sementara itu, harga emas mengalami penguatan pada sesi perdagangan pagi. Emas ditransaksikan dikisaran level $2.023 per ons troy nya.

Meski demikian, tambah Gunawan, harga emas sempat tetekan di sesi perdagangan waktu AS, seiring membiaknya imbal hasil obligasi AS. Dan ditengah minimnya sentimen pasar di akhir pekan ini, pasar keuangan dan emas masih mengandalkan faktor teknikal, hingga nantinya ada rilis data ekonomi berpengaruh yang dijadwalkan di rilis disesi perdagangan kedua. (ng)