22/06/2024 6:22
EKONOMI & BISNIS

Jelang Rilis Data Ekonomi dan Kebijakan Bunga Acuan BI, Pelaku Pasar akan Lebih Berhati-hati

Ilustrasi mata uang Dollar AS. Unsplash

Fokusmedan.com : Kontraksi ekonomi yang dialami Jerman dengan membukukan pertumbuhan ekonomi -0.3% di tahun 2023, membuat pasar saham di Eropa ditransaksikan di teritori negatif.

Kinerja indeks bursa saham di AS pada perdagangan sebelumnya juga terpantau begerak sideways. Dan sejumlah indikator lainnya seperti kinerja obligasi di AS terpantau bergerak stabil di area 3.93%.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, sejumah bursa di Asia pada perdagangan pagi ini juga bergerak sideways dengan kecenderungan mengalami pelemahan. Ditambah lagi minimnya agenda ekonomi pada hari ini, akan membuat pasar keuangan tidak memiliki acuan pergerakan yang lebih terarah.

“Memanasnya situasi di laut merah sangat berpeluang untuk menjadi beban bagi kinerja pasar keuangan,” ujar Gunawan, Selasa (16/1/2024).

IHSG pada sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah dikisaran level 7.220 setelah sempat menguat sesaat dibuka. IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 7.180 hingga 7.240 pada perdagangan hari ini.

Di sisi lainnya, mata uang rupiah ditransaksikan melemah di kisaran level 15.590 per US Dolar pada sesi perdagangan pagi. Rupiah diproyeksikana kana bergerak terbatas dalam rentang 15.550 hingga 15.590 di hari ini.

“Tensi geopolitik yang memanas menjadi kabar buruk bagi pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir. Pasar menjadi sangat rapuh dan pelaku pasar dihadapkan pada sentimen yang sifatnya acak,” terangnya.

Harga emas masih melanjutkan tren penguatannya. Harga emas tepantau bergerak naik dikisaran level $2.055 per US Dolar pada sesi perdagangan hari ini. Emas berpeluang untuk menguat ditengah kabar memburuknya tensi geopolitik, yang turut dibarengi dengan sikap Bank Sentral AS yang akan menurunkan bunga acuan di tahun ini.

“Pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data pertumbuhan ekonomi China serta kebijakan suku bunga acuan yang akan diambil oleh Bank Indonesia pada perdagangan besok. Pelaku pasar diproyeksikan akan lebih berhati-hati ditengah potensi kinerja ekonomi China yang lebih buruk dari ekspektasi, serta potensi memburuknya tensi geopolitik yang tak terduga,” pungkasnya. (ng)