21/06/2024 20:17
INTERNASIONAL

Gunung Berapi di Islandia Meletus, 4.000 Warga Dievakuasi

Lava gunung berapi meletus di Islandia dan membakar bangunan dekat kota Grindavik. LIVEFROMICELAND.IS via AP

Fokusmedan.com : Sebuah gunung berapi di Reykjanes peninsula atau semenanjung Reykjanes dilaporkan meletus, Minggu (14/1/2024) dini hari, menumpahkan lava ke kota.

Laporan BBC mengutip seorang ahli, Senin (15/1/2024), menyebut letusan tersebut terbukti menjadi “skenario terburuk”, dengan seluruh penduduk kota dievakuasi.

Pertahanan dari gunung meletus yang dibangun setelah letusan pada Desember 2023 sebagian telah menahan lava, namun beberapa telah ditembus. Jalan utama menuju kota diaporkan terputus oleh aliran lahar.

Berbicara kepada rakyatnya melalui siaran langsung pada Minggu (14/1) malam, Presiden Islandia Gudni Johannesson mendesak masyarakat untuk “saling mendukung dan berbelas kasih kepada mereka yang tidak bisa berada di rumah mereka”.

Dalam kutipan yang dikutip kantor berita AFP, Presiden Islandia Gudni Johannesson mengatakan dia berharap situasi akan tenang, tapi “apa pun bisa terjadi”.

Getaran gempa bumi yang kuat mendahului letusan Desember 2023 di sistem vulkanik Svartsengi. Beberapa minggu setelahnya, tembok dibangun di sekitar gunung berapi untuk mengarahkan batuan cair menjauh dari Grindavík, yang merupakan rumah bagi sekitar 4.000 orang.

Icelandic Meteorological Office (IMO) atau Kantor Meteorologi Islandia mengatakan penghalang telah ditembus lava di beberapa tempat, sehingga lava mencapai kota yang kemudian membakar rumah dan bangunan.

Orang-orang yang kembali ke Grindavík, di barat daya Islandia, setelah letusan sebelumnya terpaksa meninggalkan rumah mereka lagi.

Perdana Menteri Katrín Jakobsdóttir mengatakan pemerintah akan bertemu pada Senin 15 Januari 2024, untuk membahas langkah-langkah terkait perumahan bagi penduduk yang dievakuasi.

“Hari ini adalah hari kelam bagi Grindavík dan hari ini adalah hari kelam bagi seluruh Islandia, namun matahari akan terbit kembali,” Perdana Menteri Katrín Jakobsdóttir.

Adapun letusan pada Minggu 14 Januari 2024 adalah yang kelima yang terjadi di sepanjang semenanjung Reykjanes sejak tahun 2021.

Islandia terletak di atas apa yang dikenal sebagai Mid-Atlantic Ridge (Punggung Bukit Atlantik Tengah), batas antara lempeng tektonik Eurasia dan Amerika Utara – dua lempeng tektonik terbesar di planet ini. Ia memiliki 33 sistem gunung berapi aktif.

Menurut laporan AP, Islandia yang terletak di atas titik panas gunung berapi di Atlantik Utara, rata-rata mengalami satu letusan setiap empat hingga lima tahun.

Yang paling mengganggu dalam beberapa waktu terakhir adalah letusan gunung berapi Eyjafjallajokull pada tahun 2010, yang memuntahkan awan abu ke atmosfer dan mengganggu perjalanan udara trans-Atlantik selama berbulan-bulan.

Menurut laporan AP, letusan gunung berapi yang dimulai Minggu 14 Januari sebelum pukul 8 pagi waktu setempat, terjadi setelah pihak berwenang mengevakuasi Kota Grindavik menyusul serangkaian gempa kecil, kata Kantor Meteorologi Islandia. Beberapa jam kemudian, retakan kedua terjadi di dekat tepi kota dan lahar merayap menuju rumah-rumah.

“Kami hanya menontonnya di kamera dan tidak ada lagi yang bisa kami lakukan,” kata warga Grindavik, Reynir Berg Jónsson, kepada televisi RUV Islandia.

Grindavik adalah kota berpenduduk 3.800 orang, sekitar 50 kilometer (30 mil) barat daya Reykjavik, ibu kota Islandia. Masyarakat sebelumnya dievakuasi pada bulan November menyusul serangkaian gempa bumi yang membuka retakan besar di tanah antara kota dan Sýlingarfell, sebuah gunung kecil di utara. Spa panas bumi Blue Lagoon di dekatnya – salah satu tempat wisata terbesar di Islandia – juga ditutup sementara.

Gunung berapi tersebut sebelumnya meletus pada 18 Desember, dan penduduk diizinkan kembali ke rumah mereka pada 22 Desember. Dalam beberapa minggu sejak itu, pekerja darurat telah membangun tembok pertahanan di sekitar Grindavik, namun penghalang tersebut belum selesai dan lahar bergerak menuju masyarakat, kata kantor meteorologi.

Sebelum letusan Desember 2023, sistem vulkanik Svartsengi di utara Grindavik telah tidak aktif selama sekitar 780 tahun. Gunung berapi ini hanya berjarak beberapa kilometer sebelah barat Fagradalsfjall, yang sempat tidak aktif selama 6.000 tahun sebelum kembali aktif pada Maret 2021.

Letusan hari Minggu di Semenanjung Reykjanes diperkirakan tidak akan melepaskan abu dalam jumlah besar ke udara. Operasi di Bandara Keflavík berlanjut seperti biasa, kata Gudjon Helgason, petugas pers operator bandara Isavia.

Namun warga Grindavik terus memantau dengan cermat bencana yang perlahan terjadi seiring aliran lahar berasap yang merambat menuju rumah mereka.

“Saya tidak bisa membayangkan apa yang dialami orang-orang,” kata Jeroen Van Nieuwenhove, seorang fotografer alam. (ram)