21/06/2024 21:53
SUMUT

Masyarakat Nias Dikejutkan Gempa Outer-rise Magnitudo 5.0, Guncangan Dirasakan Cukup Kuat

Gempa Outer-rise Magnitudo 5.0 di Nias, guncangan dirasakan cukup kuat. BMKG 

Fokusmedan.com : Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5.0 terjadi di wilayah lepas pantai sebelah barat Pulau Nias. Gempa terjadi pada kedalaman dangkal 10 kilometer pada bagian luar zona subduksi Sumatra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada Selasa pagi hari (09/01/2024) pukul 11:45 WIB. Titik pusat gempa dilaporkan berada di 173 Km arah Barat Daya Pulau Nias. Titik koordinat gempa berada di 0.17 derajat Lintang Utara (LU) dan 96.58 derajat Bujur Timur (BT) atau pada Koordinat: 0.17° LU – 96.58° BT.

BMKG melaporkan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami dan dikategorikan sebagai gempa dirasakan. Belum ada informasi mengenai kerusakan yang timbul akibat gempa ini, tetapi getaran gempa cukup membuat perabotan hampir jatuh. Beberapa masyarakat merasakan getaran sekitar II – III MMI atau goncangan dirasakan hampir seluruh wilayah Pulau Nias.

Menurut seismologist on duty Pusat Regional BMKG wilayah I, Wenny Sinuraya, gempa Nias pada siang hari ini terjadi pada kedalaman yang dangkal yaitu 10 km dan diluar batas trench sehingga bisa dikaitkan dengan aktivitas tektonik dari zona outer-rise subduksi Sumatra.

“Secara seismisitas, distribusi gempa bumi di wilayah Nias umumnya dibangkitkan karena adanya pertemuan lempeng tektonik oseanik Indo-Australia yang menunjam kebawah lempeng kontinen Eurasia dengan laju geser 5-6 cm/tahun, tetapi gempa siang hari ini terjadi diluar batas lempang atau didalam lempeng tersebut,” ujar Wenny.

Pada sistem tektonik Sumatra, gempa bumi Nias merupakan tipe gempa outer-rise yang terjadi diluar batas trench atau di dalam interior lempeng oseanik dari Indo-Australia yang berada di sebelah Barat Nias. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Secara historis, Koordinator Geofisika Wilayah I, Lewi Ristiyono, menjelaskan beberapa kejadian gempa bumi outer-rise sangat signifikan dan berpotensi merusak pernah terjadi pada tahun 2021 di sebelah barat Nias. Sejauh ini, monitoring yang dilakukan oleh BMKG Wilayah I belum menemukan informasi gempa susulan dari gempa Nias yang barusan terjadi.

Lebih lanjut, Lewi mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dalam menanggapi informasi yang tidak benar dan berlebihan. Gempa yang terjadi barusan tidak diikuti oleh fenomena tsunami dan gempa susulan hingga pada pagi menjelang siang ini serta tidak ada laporan kerusakan.

“Masyarakat diminta bisa memahami kondisi kegempaan di daerah tempat tinggal, selalu waspada dan tetap mengikuti informasi resmi terkait gempa bumi dari media sosial BMKG dan kanal-kanal berita yang valid,” pungkasnya. (ng)