17/06/2024 13:48
SUMUT

Didukung Kemendikbudristek, Film Jatuh Cinta Seperti di Film Film Gelar Nonton Bareng di Medan

Produser Eksekutif JESEDEF, Dipa Andika usai nobar dengan penonton di Kota Medan. 

Fokusmedan.com : Film terbaru dari Imajinari dan Cerita Film yang berjudul Jatuh Cinta Seperti di Film Film (JESEDEF) mengadakan nonton bareng serentak di sejumlah kota Indonesia, Rabu (13/12/2023). Acara ini didukung oleh Direktorat Perfilman, Musik dan Media Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).

Kota-kota yang menjadi bagian dari rangkaian acara nobar JESEDEF antara lain Bali (di Level 21 XXI), Surabaya (di Tunjungan Plaza XXI), Medan (di Centre Point XXI) dan Lampung (di Mall Kartini XXI). Nonton bareng ini menjadi pengalaman tak terlupakan karena dihadiri oleh para pemain dan tim di balik layar.

Di Medan dihadiri Produser Eksekutif JESEDEF, Dipa Andika. Nonton bareng JESEDEF di berbagai kota Indonesia tidak hanya sekadar menyaksikan film, tetapi juga merasakan atmosfer kebersamaan yang luar biasa.

Produser Eksekutif JESEDEF, Dipa Andika mengatakan, Medan menjadi salah satu kota untuk kegiatan nonton bareng. Ini karena dirinya tidak bisa lupa dengan kehangatan Kota Medan saat film Ngeri-Ngeri Sedap. Film itu mendapat animo yang luar biasa karena memang ceritanya tentang salah satu daerah di Sumatera Utara.

“Pasti Medan menjadi salah satu kota yang kami pilih untuk melakukan nobar ataupun promo. Apapun yang terjadi, nantinya saat film ketiga pun sudah pasti kita akan kembali lagi ke Medan, animo penontonnya luar biasa,” ujarnya.

Dipa Andika melanjutkan, pihaknya bersyukur karena penonton JESEDEF sudah tembus 460 ribu penonton dan diprediksi di weekend ini bakal bisa tembus 500 ribu penonton. Sejujurnya, katanya lagu, berbicara film tidak berbicara target tetapi sejak awal film ini bisa ditonton 300 ribu orang sudah sangat luar biasa karena memang tidak ada sejarah film hitam putih ditonton banyak orang.

“Setelah Ngeri-Ngeri Sedap dapat animo 2,8 juta penonton, pasti ekspektasi film kedua harus lebih wah lagi, minimal sama. Buat kita, jumlah penonton itu ngak bisa kita pastikan tetapi paling tidak kita memberikan yang terbaik dan film JESEDEF diterima oleh penonton,” tuturnya.

Dipa Andika menambahkan, sebenarnya film Indonesia di 2023 hingga Agustus agak mengkhawatirkan karena sempat drop di Juli-Agustus. Tetapi setelah Agustus, penontonnya naik tajam bahkan mengalahkan penonton di 2019, tahun ini rata-rata minimal 1 juta penonton untuk satu film.

“Kebetulan yang banyak ditonton itu film horor, tapi kita mencoba memberikan pilihan untuk film bergenre romantic comedy (romcom). Imajinari ingin memiliki keberagaman cerita sehingga perfilman Indonesia lebih berwarna,” pungkasnya.

Acara nobar juga akan digelar di kota Bandung, Banjarmasin, Semarang, Yogyakarta, dan Malang pada tanggal 14 Desember 2023. Sementara puncak acara akan diadakan di Makassar pada 27 Desember 2023.

Ernest Prakasa selaku produser berharap kehadiran JESEDEF di berbagai kota ini dapat memberikan kesan mendalam bagi penonton setempat.

“Kami berharap JESEDEF bukan hanya sekadar film yang menghibur, tetapi juga sebuah karya seni yang memberikan pengalaman baru bagi penonton. Pilihan visual hitam putih menjadi ciri khas kami, semoga dapat diterima dengan baik oleh penonton Indonesia. Semoga bisa turut berkontribusi dalam upaya mendukung pertumbuhan SDM bagi industri perfilman di Indonesia,” ungkap Ernest.

Sebagai salah satu bintang utama JESEDEF, Nirina Zubir, yang turut hadir dalam nobar di Bali, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh para penonton.

“Saya sangat senang melihat antusiasme penonton di Bali. Studio penuh, dan reaksi positif dari mereka membuat acara ini sangat berkesan bagi kami sebagai tm JESEDEF. Terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari penonton setia,” ujarnya dalam sebuah pernyataan. (ng)