24/06/2024 11:20
INTERNASIONAL

Singapura Eksekusi Mati Narapidana Pengedar 1 Kilogram Ganja

Ilustrasi hukuman gantung. shutterstock

Fokusmedan.com : Pihak berwenang Singapura menggantung narapidana yang divonis hukum mati karena menyelundupkan satu kilogram ganja, pada hari ini, Rabu (26/4).

“Warga Singapura, Tangaraju Suppiah, 46, menjalani hukuman mati hari ini di Kompleks Penjara Changi,” kata juru bicara Layanan Penjara Singapura kepada AFP dikutip CNN.

Menanggapi eksekusi mati itu, Kementerian Dalam Negeri Singapura buka suara. Menurut mereka Tangaraju terbukti bersalah tanpa keraguan.

Kemendagri juga menyatakan dua nomor ponsel milik dia digunakan untuk mengoordinasikan barang terlarang tersebut.

Tangaraju dihukum pada 2017 karena terlibat dalam konspirasi lalu lintas untuk menyelundupkan 1.017 gram atau 35,6 ons ganja.

Angka ini dua kali lipat dari jumlah minimum yang diperlukan untuk divonis mati di Singapura.

Kemudian pada 2018, pihak berwenang Singapura menjatuhkan hukuman mati terhadap Tangaraju. Keputusan ini juga diperkuat oleh Pengadilan Banding.

Kelompok hak asasi manusia dan organisasi internasional menekan Singapura untuk menghapus hukuman mati.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan mengatakan hukuman mati belum terbukti menjadi pencegah yang efektif secara global dan tidak sesuai dengan hukum hak asasi manusia internasional.

“Hukuman mati masih digunakan di sejumlah kecil negara, sebagian besar karena mitos bahwa hukuman itu menghalangi kejahatan,” demikian pernyataan resmi Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights/ OHCHR).

Pusat keuangan Asia itu memiliki beberapa undang-undang anti-narkotika terberat di dunia. Mereka juga menegaskan hukuman mati tetap menjadi pencegah yang efektif bagi perdagangan manusia.

Eksekusi Tangaraju merupakan yang pertama dalam enam bulan dan yang ke-12 sejak 2022 di Singapura. (ram)