21/06/2024 20:26
SUMUT

Arus Balik, KAI Sumut Imbau Pengguna Kendaraan Berhati-hati di Pelintasan Sebidang

Ilustrasi arus balik menggunakan kereta api. Ist

Fokusmedan.com : Memasuki H+2 Lebaran, Selasa (25/4) geliat masyarakat yang melakukan mudik Lebaran sudah menunjukkan pergerakan arus balik. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI pun turut menyatakan bahwa puncak arus balik mudik akan terjadi pada tanggal 24-25 April 2023.

Pada arus balik mudik dengan transportasi darat tentunya akan berpotensi terjadi kepadatan di berbagai jalan, baik jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota maupun desa.

Manager Humas Divre I Sumut, Anwar Solikhin mengatakan, melihat fenomena arus balik ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) mengimbau kepada masyarakat yang pulang dari mudik dengan kendaraan mobil, bus atau motor agar berhati-hati saat melintasi pelintasan sebidang.

Terutama pada masa Angkutan Lebaran ini operasional kereta api setiap harinya masih tinggi. Terdapat 14 perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ), 24 perjalanan KA lokal, dan 6 KA Barang.

Saat berada di pelintasan sebidang, lanjut Anwar, agar waspada dengan melakukan Berhenti, Tengok Kanan Kiri, Aman, Jalan atau biasa dikenal dengan slogan #Berteman. Hal ini untuk menghindari kecelakaan di pelintasan sebidang.

“PT KAI Divre I Sumut mengimbau kepada para pengendara yang melintasi pelintasan sebidang saat arus balik mudik lebaran agar lebih berhati-hati. Jangan berupaya untuk memaksa atau menerobos jika sirine berbunyi dan palang pintu pelintasan sudah tertutup. Hal ini demi keselamatan perjalanan kereta api juga keselamatan bagi si pengguna jalan,” ujar Anwar.

Hal ini sesuai dengan Undang Undang No. 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 yang menyatakan bahwa : “Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib: Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan atau ada isyarat lain: Mendahulukan kereta api, dan Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel”.

Perlu diketahui perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.

Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

“Divre I Sumut mencatat terdapat 121 perlintasan sebidang yang resmi dan 275 perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 34,” terangnya.

Selama tahun 2022 di wilayah Divre I SU telah terjadi 36 kali kecelakaan di pelintasan sebidang, dengan jumlah korban 10 meninggal dunia dan 26 luka-luka. Sedangkan pada tahun 2023 sejak bulan Januari tercatat 17 kejadian kecelakaan di pelintasan sebidang dengan korban meninggal dunia 2 orang dan luka-luka 15 orang. (ng)