23/06/2024 23:56
NASIONAL

Gerindra Tepis PKB Alot Soal Wacana Pembentukan Koalisi Besar

Fokusmedan.com : Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai wacana koalisi besar bakal sulit terbentuk. Namun, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menganggap bahwa koalisi besar perlu dibentuk untuk bisa menjadi kekuatan besar.

“Saya kira tidak alot karena PKB pemikirannya sama bahwa negara yang besar dengan jumlah 275 juta wilayah yang luas, multi etnis, dan berbagai macam persoalan bangsa ini harus dihadapi dengan kekuatan yang besar. Kekuatan yang besar itu salah satu caranya dengan kekuatan parlemen yang besar yakni dengan koalisi yang besar,” kata Muzani di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Rabu (5/4).

Muzani menepis jika PKB punya pandangan lain mengenai koalisi besar ini. Dia bilang, pihaknya sudah membicarakan koalisi besar tersebut dengan PKB.

“Saya kira dalam hal itu, saya kira PKB sama. Kami sudah bicarakan itu dan sama,” kata Muzani.

Penentuan Capres Cawapres Bukan Sesuatu yang Sulit

Dirinya memahami dalam koalisi besar ini para ketum parpol ingin mengajukan diri sebagai capres-cawapres. Tetapi, dia yakin dalam koalisi besar juga memiliki kepentingan bersama secara rasional.

“Saya kira masing-masing partai memberi mandat kepada ketumnya untuk menjadi capres dan cawapres, dan itu saya kira sesuatu yang bisa kita pahami, ya jadi bisa dipahami dalam arti kita bisa mengerti karena ada kepentingan partai di satu sisi tapi juga ada kepentingan bagaimana misi dari partai itu bisa diterima secara rasional, jadi kita bisa paham,” tuturnya.

Muzani menjelaskan, penentuan capres-cawapres dalam koalisi besar akan mudah diterima bila memiliki cara pandang untuk kepentingan bangsa. Bagi Gerindra, penentuan capres-cawapres bukan sesuatu yang sulit.

“Kan Pak Prabowo tadi udah mengatakan bahwa cara pandang yang sama itu yakni pemikiran bangsa dan negara yang besar dari seluruh partai itulah yang nanti akan mempermudah penentuan dalam koalisi tentang calon presiden dan cawapres. Dan kami merasa Gerindra juga tidak merasa itu sebagai sesuatu yang sulit,” tutup Muzani.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengaku, jika koalisi besar yang akan dibentuk dari penggabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) masih terlihat sulit.

Dia menyebut, kesulitan itu akan ditemukan saat menentukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

“Dari realitas yang ada faktanya tiap-tiap koalisi yang ada ini belum mampu untuk memutuskan siapa calon presiden dan wakil presidennya baik koalisi kebangsaan Indonesia raya, KIB, koalisi perubahan, jadi kerumitannya ada di situ,” kata Jazilul, kepada wartawan, Senin (3/4).

“Nah jika nanti berkoalisi atau koalisi besar itu bukannya lebih rumit lagi? Ini yang kami pikirkan apakah nanti atau pengambilan keputusan terkait capres dan cawapres dengan koalisi yang besar itu pakai ukuran dan standar apa memutuskannya, orang kami berdua aja (Gerindra-PKB) aja kesulitan memutuskan, apalagi berlima,” sambungnya.

Kendati demikian, dia menyebut, pihaknya tetap akan menjalankan keputusan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin jika ingin membentuk koalisi besar. Namun, Jazilul melihat koalisi besar ini baru sebatas pembahasan antar ketua umum parpol.

Terlebih, PKB harus mendapatkan persetujuan dari para kiai dan ulama terkait pembentukan koalisi besar tersebut. Sehingga, menurutnya masih panjang tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk membangun koalisi besar.

“Menurut saya masih ada langkah-langkah, masih banyak tahapan yang harus ditempuh sehingga koalisi besar itu jadi,” imbuh Jazilul.(yaya)