18/07/2024 8:08
SUMUT

Kejari Langkat tidak Eksekusi Terpidana Disoal

Fokusmedan.com : Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat selaku eksekutor perkara pidana diduga diskriminatif melakukan penegakan hukum. Bahkan, terkesan mengabaikan putusan Pengadilan Negeri (PN) Stabat dalam kasus pidana.

Pernyataan itu disampaikan Togar Lubis SH MH dari Kantor Hukum Metro, Senin (3/4/2023) kemarin, salah seorang Penasehat Hukum dari Mey Hendra PA (46) dan Kusno Utomo (47) keduanya merupakan warga Dusun Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

“Begini ya, sejak 30 Desember 2022 lalu Panitera Pengadilan Negeri (PN) Stabat telah menyampaikan Pemberitahuan Putusan Mahkamah Agung bahwa Kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Langkat dengan terdakwa bernama Suroto, Mey Hendra PA dan Kusno Utomo ditolak. Namun, anehnya hingga kini salah seorang terdakwa bernama Suroto tidak juga dieksekusi guna menjalani putusan satu bulan penjara yang dijatuhkan Majelis HakimPN Stabat,” kata Togar Lubis.

Masih jelas Togar, berdasarkan website Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Stabat, menyebutkan bahwa Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1014K/Pid/2022 tertanggal 26 Oktober 2022 perihal Permohonan Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat maupun para Terdakwa atas Putusan Pengadilan Negeri (PN) Stabat Nomor 697/Pid.B/2021/PN Stb, tanggal 15 Februari 2022jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 359/Pid/2022/PT MDN, tanggal 19 April 2022, yang amarnya menyatakan bahwa Kasasi Ditolak.     

Karenanya, Togar pun menekankan, bahwa sebelum keputusan kasasi tersebut, terdakwa Mey Hendra PA dan Kusno Utomo telah menjalani hukuman sebagaimana dijatuhkan majelis hakim yakni pidana penjara masing-masing satu bulan penjara di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Sementara itu, terdakwa atau terpidana lainnya yakni Suroto baru hanya menjalani hukuman penjara selama dua hari yakni sejak tanggal 25 Oktober 2021 dan ditangguhkan pada 27 Oktober 2021.

Sikapi hal itu, sambung Togar Lubis, pihaknya (Kantor Hukum Metro) pun telah menyurati Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat pada tanggal 27 Maret 2023 lalu agar segera melakukan eksekusi terhadap terpidana Suroto. Sayangnya, hingga kini eksekusi dimaksudkan masih belum juga dilaksanakan.

Tentu saja, sambung dia, persoalan itu menjadi janggal. Bahkan, tak tertutup kemungkinan memunculkan dugaan liar adanya upaya kong kali kong antara terdakwa dengan oknum di Kejari Stabat agar tidak dilakukan penahanan.

“Kemarin tu, sekitar dua bulanan lalu. Secara tidak sengaja, saya bertemu dengan salah seorang mantan pejabat di Kejari Langkat. Nah, saat itu si mantan pejabat tersebut berkata agar saya selaku Penasehat Hukum Mey Hendra PA dan Kusno Utomo tidak mempermasalahkan tidak ditahannya Suroto. Tegas saya katakan ke dia, untuk memenuhi keadilan masyarakat khususnya bagi Mey Hendra PA dan Kusno Utomo maka wajib hukumnya Suroto menjalani hukuman tersebut,” tuntas Togar.(ril)