22/06/2024 6:28
NASIONAL

Hasto Ungkap Alasan PDIP Tolak Timnas Israel: Ideologi hingga Kemanusiaan

Fokusmedsn.com : Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap kronologis partai berlambang banteng menolak kehadiran timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia. PDIP telah melakukan lobi-lobi sejak tahun 2022.

Hasto mengatakan, sikap kader PDIP menolak Israel berdasarkan pemahaman terhadap pemikiran Bung Karno. Enam alasannya adalah ideologi, konstitusi, sejarah, hukum internasional, kemanusiaan dan kekuasaan sayap kanan Israel.

“Sikap para kader PDI Perjuangan menolak Israel itu berdasarkan pemahaman terhadap pemikiran Bung Karno. Hasilnya enam alasan penolakan, yakni ideologi, konstitusi, sejarah, hukum internasional dan kemanusiaan universal, serta kekuasaan sayap kanan Israel,” ujar Hasto dalam keterangannya, Selasa (4/4).

Hasto mengaku telah berdiskusi dengan gubernur Lemhannas dan pakar internasional. PDIP telah melakukan lobi-lobi sebanyak tiga putaran di tahun 2022 sampai 2023.

Pada 17 Agustus 2022, Hasto berdiskusi di Lemhannas membahas lolosnya Israel di Piala Dunia U-20. Berdasarkan hasil diskusi, kehadiran Israel menjadi persoalan serius.

Mengutip data survei SMRC Mei 2022, 67 persen responden memiliki sentimen negatif terhadap Israel. Diskusi menyimpulkan bahwa pemerintah ketika memutuskan mengikuti bidding Piala Dunia U-20 tidak menduga Israel bisa lolos dan ikut serta.

“Atas hasil diskusi tersebut, kami bisa memahami sikap pemerintah yang terus go head dengan U-20, mengingat pada saat bidding, tidak ada yang menyangka Israel ikut. Saya kemudian berinisiatif lobi, kebetulan mempelajari pemikiran geopolitik Soekarno,” papar Hasto.

Pada 23 Agustus 2022, Hasto menemui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menjelaskan risiko politik apabila timnas Israel hadir di Indonesia. Pada pertemuan itu, PDIP mengusulkan agar Menlu Retno melobi pemerintah Singapura agar pertandingan Israel digelar di Singapura.

“Saya tegaskan, jangankan kelompok Kadrun, PDI Perjuangan pun akan menolak. Sikap kami ini sekaligus menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan karena agama. Atas dasar hal itu, kami usulkan kepada Menlu agar melobi Singapura, agar khusus pertandingan Israel diselenggarakan di Singapura, dan Indonesia tetap menjadi tuan rumah,” jelas Hasto.

PDIP optimis pemerintah akan bergerak cepat. Sebagai bentuk dukungan penyelenggaraan Piala Dunia U-20, PDIP memindahkan peringatan HUT Partai 10 Januari 2023 dari Stadion Gelora Bung Karno menjadi di Kemayoran.

“HUT Partai ke-50 sampai kami pindahkan karena dukungan terhadap U-20,” ujar Hasto.

Kemudian, pada November 2022, Hasto bertemu Mensesneg Pratikno untuk menyampaikan hal yang sama bahwa kehadiran Israel akan menghadirkan potensi masalah serius. Upaya penolakan itu bagi PDIP makin serius karena November 2022 terjadi perubahan rezim di Israel. Pemimpin sayap kanan menjadi penguasa Israel.

“Terjadi perubahan kebijakan Israel dan sangat keras terhadap Palestina. Atas fakta ini, kembali dilakukan lobi ke Menlu dan Mensesneg untuk menegaskan seriusnya masalah tersebut,” kata Hasto.

Lobi PDIP terus dijalankan, pada 14 Februari 2023, Hasto menemui Din Syamsuddin saat perjalanan ke Jakarta dari acara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Atas kekerasan masif yang dilakukan sayap kanan Israel, saya menyatakan sikap bahwa sedang mencari jalan keluar atas masalah itu dan tetap pada posisinya menolak Israel,” kata Hasto.

Lobi terus dilakukan agar mencari jalan keluar menghindari kelompok tertentu mencari kesempatan membenturkan PDIP dengan pemerintah dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo.

“Kami bergerak silent karena menghindari pihak luar mengadu domba kami dengan Pemerintah. Jadi apa yang disampaikan Ade Armando tidak tepat, karena sama sekali tidak benar dan kesimpulannya salah,” kata Hasto.

Hasto mendapatkan informasi munculnya rencana penolakan Israel yang ditunggangi kelompok oposisi ditambah kemungkinan pihak yang menciptakan gangguan keamanan.

“Berbagai informasi strategis diterima terhadap munculnya rencana penolakan Israel yang ditunggangi kelompok oposan, anti pemerintah, kelompok kadrun, dengan kemungkinan adanya ‘pengantin’ yang menciptakan gangguan keamanan,” ujar Hasto.

“Skenario terburuk ketika U-20 berlangsung dengan kehadiran Israel, berbagai gangguan keamanan, bahkan bisa mengarah pada tuduhan pelanggaran konstitusi, yang berujung pada impeachment. Bayangkan saja, Presiden Jokowi yang begitu berprestasi saja bisa dituduh macem-macem. Jadi para kader PDI Perjuangan membela Pak Jokowi, dan Beliau memang harus bersikap tegas agar U-20 tetap berjalan,” tegasnya.

Lobi putaran ketiga dilakukan PDIP 10 Maret 2023. Melalui aplikasi pesan WhatsApp, Hasto intens berkomunikasi dengan Menlu Retno, Menseskab Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir serta Menko Polhukam Mahfud MD dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

“Rabu 13 Maret 2023, penyampaian sikap yang sama, semua dilakukan secara silent karena tidak ingin adanya kaum opportunis yang membenturkan PDI Perjuangan dengan Pemerintah. Dan itu bergulir hingga secara tiba-tiba, Saudara Arya Sinulingga mengumumkan pembatalan drawing tanpa konsultasi ke FIFA dan menyalahkan surat gubernur Bali,” jelas Hasto.

Ia mengungkap, apa yang disampaikan Megawati kepada Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto merupakan pemberian informasi terhadap langkah lobi-lobi yang telah dilakukan. PDIP mendukung Piala Dunia U-20 di Indonesia tanpa Israel.

“Apa yang disampaikan Bu Mega ke Pak Utut Adianto sebagai pemberian informasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan para kader Partai, dalam hal ini Sekjen melalui lobi-lobi ke Pemerintah. Sikap Partai tetap mendukung U-20 namun tanpa Israel. Hal ini juga dibuktikan dengan rencana peringatan bulan Bung Karno oleh partai yang awalnya 1 Juni 2024, diundur hingga tanggal 24 Juni 2023 setelah selesainya agenda FIFA,” kata Hasto.

“Jadi kami tegaskan, apa yang diyakini seluruh kader Partai terhadap Bung Karno, bukanlah klenik, namun sebagai dialog dalam alam pikir terhadap seluruh benang merah pemikiran Bung Karno yang tetap relevan di dalam menganalisis berbagai persoalan kebangsaan dan dunia,” jelasnya.(yaya)