18/04/2024 18:01
INSPIRASI

Maju Sebagai Calon Pangulu, Zulkifli Bercita-cita Mendirikan Bumdes

Zulkifli Sabara Nasution. Ist

Fokusmedan.com : Baginya dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) adalah salah satu cara meningkatkan perekonomian rakyat di nagori atau desa tempat tinggalnya. Di desanya masyarakat banyak bekerja sambilan sebagai pengumpul lidi. Dengan berdirinya BUMDES maka nilai jual lidi akan bisa semakin tinggi.

Inilah salah satu visi dan misi Zulkifli Sabara Nasution pria berusia 42 tahun yang maju sebagai calon pangulu di nagori Bukit Rejo kecamatan Sidamanik kabupaten Simalungun. Dengan adanya Bumdes dirinya yakin akan bisa memangkas mata rantai penjualan lidi di desa mereka.

“Selama ini pengepul yang menentukan harga jual lidi yang dikumpulkan masyarakat. Baru dijual ke pedagang besar. Dengan adanya bumdes maka mata rantai bisa dipangkas dan harga jual bisa lebih tinggi” ujar Zulkifli.

Suami dari Ellys Yuspita yang bekerja sebagi guru itu menambahkan jika dirinya terpilih sebagai Pangulu atau Kepala Desa dirinya akan segera mendirikan Bumdes tersebut. Nantinya Bumdes akan dikelola oleh masyarakat di desa setempat yang memiliki kemampuan manajemen.

Selain untuk memberdayakan lidi, Bumdes jiga akan memberdayakan UMKM yang ada di desa mereka.

“Jadi Bumdes ini nantinya tak hanya mengelola jual beli lidi, tapi juga akan membantu UMKM yang ada di nagori Bukit Rejo, ” sebut bapak tiga anak ini.

Pria penggemar motor custom tersebut mengaku bekerja sebagai tukang. Meski demikian tak menyurutkan cita-citanya untuk membangun desa mereka. Salaha satunya dengan maju mencalonkan diri sebagai pangulu.

Jika terpilih menjadi pangulu, nantinya dia kan menggunakan anggaran desa secara akuntabel dan transparan. Seti penggunaan anggaran akan dilaporkan secara berkala.

“Setiap rupiah yang dipakai dari dana desa akan dilaporkan secara transparan dan akuntabel. Ini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Sebab selama ini dana desa selalu menjadi akar sumber dugaan korupsi, ” ucap Zulkifli.

Di pemilihan pangulu yang akan digelar secara serentak tanggal 15 Maret 2023 nanti, Ia mengaku tidak akan melakukan “money politik” atau membeli suara. Karena menurutnya dengan politik transaksional itu adalah awal dari pemicu korupsi.

“Aku tak akan membeli suara. Karena itu adalah sumber dari praktek korupsi. Kalau sudah keluar modal besar pasti akan berpikir bagaima mengembalikan modal yang dikeluarkan tadi, ” ucapnya.

Dirinya berharap dipemilihan pangulu nanti, dia akan dipilih oleh masyarakat. Dan setelah terpilih dia juga akan mengajak seluruh masyarakat di desa bergotong royong membangun desa mereka termasuk meminta dukungan dari dua calon pangulu lainnya. (Rio)