24/06/2024 10:28
SUMUT

Ada Desa Tertua di Sumut, Ini 4 Fakta Gunung Sorik Marapi Mandailing Natal

Fokusmedan.com : Sumatra Utara terkenal dengan destinasi wisata alamnya yang begitu luar biasa indahnya. Bagi sebagian wisatawan, ada yang tertarik dengan wisata jelajah seperti mendaki gunung.

Terdapat salah satu gunung di  Sumatera Utara yang menarik untuk dijelajahi yaitu Gunung Sorik Marapi yang berada di Kabupaten Mandailing Natal. Memiliki ketinggian 2.142 meter di atas permukaan laut, gunung ini masih dalam kondisi baik dan penuh berbagai keanekaragaman hayati.

Berikut fakta menarik terkait Gunung Sorik marapi di Mandailing Natal yang dirangkum dari beberapa sumber berikut ini.

Gunung Tertinggi Ketiga di Sumut

Gunung Sorik Marapi termasuk dalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Gunung ini merupakan salah satu gunung aktif yang sudah 7 kali meletus.

Bahkan, Gunung Sorik Marapi menjadi gunung tertinggi nomor tiga di Sumatra Utara setelah Sibuaten dan Sinabung.

Melansir dari merdeka.com, Gunung Sorik Marapi memiliki wisata tersembunyi yang pastinya tidak menyesal apabila dijelajahi. Tepat di puncaknya, terdapat spot wisata yang memanjakan mata yaitu kawah air biru.

Pemandangannya tak kalah indah dengan Gunung Rinjani. Tak ayal jika para pendaki gunung jika ke tempat ini sudah wajib untuk berkunjung ke salah satu spot geowisata ini. Banyak dari pendaki yang mengabadikan momen di tempat ini, sekaligus membayar lelah setelah pendakian yang menguras tenaga.

Ada Desa Berumur Ratusan Tahun

Fakta selanjutnya yaitu ada sebuah desa tua yang terletak di kaki Gunung Sorik Marapi, yaitu Desa Sibanggor Julu. Desa ini diketahui menjadi desa tertua di Sumut yang berumur ratusan tahun.

Melansir dari brilio.net, nama desa Sibanggor sendiri diambil dari bahasa Mandailing yang artinya hangat-hangat kuku. Uniknya, rumah adat mereka beratapkan ijuk yang sekaligus menjadi tempat tinggal masyarakat di lereng gunung. Rupanya, rumah dengan atap ijuk tersebut bertujuan untuk melindungi dari hujan abu belerang yang sering melanda desa ini.

Kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Sibanggor Julu mayoritas masih memanfaatkan sumber daya alam sekitar, seperti menggunakan kayu bakar dan memelihara hewan ternak.

Hutan Tropis

Melansir dari Antara, Gunung Sorik Marapi juga menjadi pusat kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Sekeliling kawasan ini masih terbalut hutan-hutan yang hijau dan tebal layaknya hutan tropis.

Masih di kawasan Gunung Sorik Marapi, terdapat beberapa spesies yang kemungkinan besar tidak ada di tempat lain seperti ratusan tumbuhan yang langka. Bahkan, tumbuhan yang ada belum memiliki nama ilmiah atau di dalam kamus botani.

Beberapa jenis hewan langka dan eksotis bisa dijumpai di kawasan ini, seperti amfibi tak berkaki (Lchtyopis glutinosa) yang termasuk jenis satwa purba dan katak bertanduk tiga (Megophyris nastua.

Melansir dari situs Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), di puncak Gunung Sorik Marapi pernah terbentang bendara merah putih sepanjang 100 meter.

Aksi ini terjadi tepat pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 2020 atau tepatnya HUT ke-75. Kegiatan ini menjadi momen para pecinta alam, sebab pada saat itu pihak TNBG reaktivasi pendaikan Gunung Sorik Marapi pada masa pandemi masih berlangsung.

Kegiatan yang diikuti 319 orang pendaki dari berbagai kalangan ini juga melaksanakan aksi peduli lingkungan dengan menggelar lomba membawa sampah dari puncak sampai ke Desa.(yaya)