24/06/2024 10:31
EKONOMI & BISNIS

Ekonomi Sumut Tumbuh 5,26 persen di Triwulan IV 2022, Konsumsi Rumah Tangga Penopang Utama

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Doddy Zulverdi saat beri keterangan. Ist

Fokusmedan.com : Konsumsi rumah tangga menjadi pendukung utama pemulihan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan IV-2022. Tercatat, pertumbuhan 5,26% pada triwulan IV-2022, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Doddy Zulverdi mengungkapkan kondisi ini mengungkap bahwa tren pemulihan ekonomi Sumut terus berlanjut.

Konsumsi rumah tangga yang menguasai pangsa terbesar dari sisi pengeluaran mencatatkan peningkatan di triwulan IV 2022. Seiring masuknya periode HBKN

Nataru yang tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang meningkat khususnya untuk makanan, minuman dan tembakau, serta peralatan rumah tangga.

“Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian yang memiliki pangsa terbesar mengalami peningkatan seiring dengan puncak masa panen kelapa sawit dan tren peningkatan NTP dan harga rata-rata gabah kering giling dan panen seiring kembali pulihnya permintaan,” ujarnya di Medan, Kamis (2/3/2023) petang.

Doddy menjelaskan ekonomi Sumut Tahun 2022 tumbuh 4,73% lebih tinggi dari tahun sebelumnya di tengah berlanjutnya berbagai tantangan global. Capaian tersebut juga berada pada rentang proyeksi Bank Indonesia sebesar 4,1-4,9%.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2022. Berlanjutnya berbagai insentif PEN seperti program KUR 3%, insentif bantuan tunai dan insentif PPN-DTP di tengah berjalannya aktivitas ekonomi yang mengadopsi kenormalan baru seiring dengan tercapainya herd immunity mendorong kinerja konsumsi RT.

Dari sisi lapangan usaha, ungkap dia, pertumbuhan berasal dari seluruh lapangan usaha utama. Kondisi pandemi yang membaik dan berlanjutnya berbagai insentif pemerintah mendorong aktivitas dunia usaha yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Survei kegiatan dunia usaha juga menunjukkan peningkatan, terutama pada beberapa lapangan usaha utama seperti Industri Pengolahan, Perdagangan dan Transportasi.

“Perkembangan harga komoditas terkini menunjukkan kenaikan harga. Hasil liaison Bank Indonesia mengkonfirmasi adanya perbaikan permintaan baik ekspor maupun domestik dibandingkan tahun lalu. Per Februari 2023, korporasi menyatakan terdapat penurunan biaya-biaya,” tandasnya. (ng)