24/06/2024 1:28
INTERNASIONAL

Pemerintah Hong Kong akan Kirim Bantuan 30 Juta Dolar Hong Kong ke Turki

Kondisi kerusakan bangunan pascagempa bumi dahsyat di Turki. Xinhua

Fokusmedan.com : Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong John Lee pada Selasa (14/2) mengatakan bahwa pemerintah SAR Hong Kong akan mengirimkan suplai bantuan senilai sekitar 30 juta dolar Hong Kong (1 dolar Hong Kong = Rp1.932) atau sekitar 3,82 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp15.168) ke sejumlah daerah yang terdampak gempa di Turki.

Dalam konferensi pers sebelum pertemuan Dewan Eksekutif, Lee mengatakan, pemerintah SAR Hong Kong telah menyiapkan satu batch barang keperluan darurat termasuk tenda, pakaian, selimut, obat-obatan, dan suplai medis untuk dikirim ke daerah yang terdampak gempa di Turki.

Pemerintah SAR Hong Kong pada 8 Februari lalu mengirim tim pencarian dan penyelamatan yang beranggotakan 59 orang, termasuk sejumlah petugas dari berbagai departemen seperti keamanan, pemadam kebakaran, imigrasi, dan kesehatan, ke daerah yang terdampak gempa di Turki.

Lebih dari 100 ton suplai yang disumbangkan oleh warga Hong Kong dikirim ke Turki pada Senin (13/2) malam, katanya.

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Turki bertambah menjadi 31.643 orang, kata badan penanganan bencana negara itu seperti dikutip oleh kantor berita Turki Anadolu pada Senin. Total korban jiwa setelah digabungkan dengan jumlah korban di negara tetangga, Suriah, pun bertambah menjadi lebih dari 35.000, dengan puluhan ribu orang mengalami luka-luka.

Pemerintah SAR Hong Kong pada 8 Februari lalu mengirim tim pencarian dan penyelamatan yang beranggotakan 59 orang, termasuk sejumlah petugas dari berbagai departemen seperti keamanan, pemadam kebakaran, imigrasi, dan kesehatan, ke daerah yang terdampak gempa di Turki.

Lee mengatakan bahwa dia mengapresiasi tim penyelamat SAR Hong Kong yang telah membantu operasi pencarian dan penyelamatan di Turkiye, dengan empat orang penyintas telah berhasil diselamatkan, demikian Xinhua dikutip di laman Antara, Rabu (15/2/2023). (ram)