20/06/2024 22:12
NASIONAL

Kemenag Dorong Percepatan Transformasi Digital PTKN

Staf Khusus Menag Bidang Image Building Media dan Pengembangan IT, Wibowo Prasetyo.

Fokusmedan.com : Staf Khusus Menteri Agama Bidang Image Building Media dan Pengembangan IT, Wibowo Prasetyo mengatakan Kementerian Agama mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk fokus dalam transformasi digital, utamanya PTKN yang akan segera melakukan peralihan status dari institut menjadi universitas.

Hal ini disampaikan Wibowo, pangglan akrabnya, dalam Rapat Kerja IAIN Ponorogo tahun 2023. Raker ini mengusung tema Transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Menuju Digitalisasi Layanan Pendidikan yang digelar di Yogyakarta.

“Menjelang bertransformasi menjadi universitas negeri mari sama-sama kita jadikan IAIN Ponorogo ini menjadi etalese yang dikunjungi banyak orang. Seperti di mall di mana mereka berlomba-lomba mempercantik etalasenya agar menarik banyak orang yang masuk. Begitu juga dengan IAIN Ponorogo menjadi kampus yang layak untuk dilirik. Dan ini perlu kerja keras bersama agar IAIN Ponorogo menjadi destinasi calon mahasiswa untuk kuliah dan menimba ilmu,” kata Wibowo di Yogyakarta, Selasa (14/2/2023).

Ia menambahkan sejak awal, kala Gusmen ditugasi untuk menjadi komandan di Lapangan Banteng, salah satu perintah Presiden Joko Widodo adalah bagaimana menjadikan semua layanan keagamaan dan pendidikan di Kemenag bisa cepat, murah, efektif dan efisien.

Salah satunya dengan melakukan transformasi digital yang menjadi salah satu Program Prioritas Kemenag. Dari situ, muncul lah upaya mengintegrasikan semua aplikasi di Kemenag, pusat hingga daerah, termasuk PTKN, dalam satu aplikasi lewat Super Apps Pusaka.

“Super Apps ini adalah aplikasi yang isinya macam-macam, sama seperti platform traveloka atau tokopedia, gojek dan lainnya. Super apps membuat layanan aplikasi dalam satu genggaman. Saya sempat kaget bahwa aplikasi di Kemenag termasuk kampus itu jumlahnya lebih dari dua ribuan. Di Kemenag pusat saja lebih dari 200 aplikasi, yang dikelola dengan baik itu jumlahnya hanya 9-10 aplikasi,” ujarnya.

Wibowo menegaskan bawah integrasi semua layanan inilah yang dicita-citakan Gusmen. Kreasi dan inovasi dari satuan kerja Kemenag dalam membuat aplikasi perlu disederhanakan.

Sesuai dengan KMA 788 tahun 2021 tentang pelaksanaan SPBE, semua usulan aplikasi harus seizin Biro Humas Data dan Informasi (HDI). Jika satuan kerja membuat aplikasi tanpa izin, HDI bisa melakukan takedown.

“Sekali lagi kami tidak menghalangi kreasi dan inovasi satuan kerja dalam membuat aplikasi. Tujuannya agar aplikasi yang dibuat tidak asal-asalan, semua harus dengan perencanaan yang matang. KMA 788 harus menjadi pedoman kita bersama,” kata Wibowo.

“Saya berharap transformasi digital menjadi fokus dari Bu Rektor IAIN Ponorogo dengan memberikan porsi yang lebih besar. Kita tidak mungkin lagi bekerja secara manual. Sebab, semua dilakukan secara digital. Layanan membutuhkan kecepatan dan masyarakat membutuhkan kepastian dari layanan yang tentu dilakukan secara digital,” sambungnya.

Wibowo juga meminta kepada segenap civitas akademika untuk bersama-sama menjadikan IAIN Ponorogo sebagai etalase yang layak dilirik dan mampu bersaing dengan kampus negeri lainnya. Salah satunya dengan mengefektifkan peran kehumasan agar kampus bisa bersolek dan menjadi kampus idaman bagi calon mahasiswa.

Menurut Wibowo, upaya ini akan membuat kerja para pimpinan lebih mudah karena image atau citra kampus bisa terjaga dengan baik. Semua civitas akademika mulai dari rektor, dekan dan lainnya bisa menjadi humas bagi kampus itu sendiri.

Ia menjelaskan bahwa melakukan klarifikasi itu jauh lebih berat ketimbang melakukan antisipasi. Ketika ada masalah banyak sekali energi terbuang hanya khusus melakukan klarifikasi.

“Di Kementerian Agama saya juga meminta kepada humas untuk menjaga marwah Kementerian Agama ini dengan melakukan antisipasi terhadap semua kemungkinan isu yang akan terjadi. Terutama memasuki tahun politik seperti saat ini, semua bisa menjadi isu terutama tekait isu keagamaan di Kemenag. Perkiraan para pakar pada tahun politik isu keagamaan, politik identitas hingga simbol keagamaan akan digunakan dan semua isu itu ada ke Kemenag,” kata Wibowo.

Wibowo pun berharap PTKN tidak menjadi bagian munculnya isu-isu sensitif, misalnya pelecehan seksual dan lainnya. Di sinilah peran humas menjadi penting serta memerlukan kerja cerdas dan kerja koloboratif. (ram)