17/06/2024 16:47
FOKUS MEDAN

Pemko Medan Klaim Pengelolaan Sampah Lebih Terarah dan Serius

Bobby Nasution meninjau TPA Terjun bersama Dubes Belanda untuk Indonesia HE Lambert Grijns.

Fokusmedan.com : Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengklaim pengelolaan sampah yang dilakukan saat ini lebih serius dan terarah. Tidak hanya melimpahkan kepada pihak kecamatan, penanganan sampah yang dilakukan harus dimulai dari hulu hingga hilir guna memberikan hasil maksimal dalam mengatasi persoalan sampah.

Selain kewilayahan mulai terlihat bersih, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan kini tidak terlihat kumuh, seram dan menakutkan lagi. Ada wilayah TPA yang dulunya menjadi tempat menampung sampah, kini telah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang hijau dan asri diberi nama Taman Edukasi Sampah.

Kemudian, beristirahat masyarakat sekitar menjadikannya tempat bersantai karena dilengkapi dengan tempat bangunan joglo.

Tidak itu saja, penanganan sampah yang selama ini dilakukan dengan menggunakan sistem open dumping mulai ditinggalkan dan beralih menjadi sanitary landfill yang ramah lingkungan. Sebab, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan telah membangun penanganan sampah dengan sistem sanitary landfill.

Kadis LH Kota Medan, Suryadi Panjaitan membenarkan pengelolaan sampah yang dilakukan lebih serius dan terarah oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution. Perangkat daerah yang dipimpinnya tidak hanya merubah sistem pengelolaan sampah yang sebelumnya open dumping menjadi sanitary landfill, juga telah menata TPA Terjun menjadi tampak lebih hijau dan asri.

“Sudah kita tata agar TPA terjun ini memiliki RTH sebagai tempat istirahat atau pun ngobrol-ngobrol masyarakat yang beraktivitas di tempat tersebut. Kita juga enak memandang dari situ. Selain itu, aroma busuk juga tidak tercium lagi di tempat tersebut,” ungkap Suryadi dalam keterangan tertulis dikutip, Senin (13/2/2023).

Disamping itu, imbuh Suryadi, DLH juga melakukan penanaman pohon guna menambah penghijauan serta akan membangun gapura pintu masuk ke TPA. Suryadi menilai pembangunan gapura ini dilakukan agar jalanan menuju RTH terlihat lebih indah.

cJadi, kita benar-benar menata TPA Terjun agar lebih baik lagi. Apalagi di situ banyak hewan-hewan seperti unggas yang hidup dan di bawah TPA juga terdapat kolam-kolam ikan milik masyarakat sekitar. Artinya, TPA Terjun kini tidak seseram yang dibayangkan masyarakat seperti dulu,” ungkapnya.

Senada Direktur Eksekutif Perkumpulan Suluh Muda Indonesia Kristian Redison Simarmata juga membenarkan kondisi itu. Oleh karenanya Redison sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pengelolaan yang dilakukan tersebut.

Dalam upaya mendukung pengelolaan sampah yang dilakukan, Redison berharap Pemko Medan melalui DLH ke depannya dapat melakukan proses hilirisasi pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat sekitar.

“Selain menjadi sumber ekonomi alternatif, hilirisasi yang dilakukan juga dapat menghasilkan energi,” sarannya. (Rio)