14/07/2024 8:47
EKONOMI & BISNIS

Sektor Perbankan Sumatera Utara Berhasil Menjaga Momentum Pertumbuhannya

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori. FM

Fokusmedan.com : Sektor perbankan di Provinsi Sumatera Utara masih memiliki ruang cukup besar mengoptimalkan fungsi intermediasi terutama penyaluran kredit ke berbagai sektor usaha. Hal ini dapat dilihat dari indikator likuiditas industri perbankan (LDR) yang berada pada posisi 72,71%, terdiri dari LDR bank umum berada pada posisi 72,04% dan LDR BPR di posisi 78,12%.

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan, sektor perbankan diharapkan mampu meningkatkan rasio likuiditasnya dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian. Jika menggunakan asumsi LDR di angka 78% saja, dengan posisi dana pihak ketiga saat ini, terdapat potensi dana segar atau fresh money sebesar Rp15 Triliun untuk disuntikan ke sektor usaha.

“Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing, memperbesar size usaha-usaha yang telah berjalan bahkan mampu memunculkan pengusaha-pengusaha baru, yang pada akhirnya akan mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah lebih banyak dan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara,” kata Yusup Ansori di Medan, Senin (06/02/2023)

Menurutnya, perkembangan sektor perbankan di wilayah Sumatera Utara selama tahun 2022 menunjukan kinerja sangat baik. Sampai akhir Desember 2022, total aset sektor perbankan di Sumatera Utara sebesar Rp331,70 Triliun, meningkat 5,04% dibanding tahun sebelumnya.

Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil dihimpun juga naik menjadi Rp308,66 Triliun atau tumbuh sebesar 4,54%. Jumlah rekening DPK di entitas bank umum juga naik dari 23.256.860 rekening menjadi 25.084.197 rekening.

Sedangkan total kredit yang disalurkan perbankan sebesar Rp224,68 Triliun atau tumbuh 5,49%. Angka rasio NPL (kredit macet) mengalami penurunan sebesar 0,26% dari 2,64% menjadi 2,35%. “Hal ini menunjukan mitigasi risiko yang dilakukan oleh perbankan menjadi semakin prudent,”tutur Yusup Ansori.

Yusup melanjutkan, selama tahun 2022 stabilitas ekonomi di Sumatera Utara dapat terjaga dengan baik dan menunjukan tren pertumbuhan positif. Hal ini juga di topang berbagai kebijakan dan stimulus yang diberi OJK dalam 3 tahun terakhir kepada sektor keuangan meliputi perbankan, pasar modal dan pembiayaan (IKNB) dengan memberi ruang relaksasi kepada nasabah dan industri jasa keuangan seiring meningkatnya beban pembayaran yang ditimbukan Pandemi Covid-19.

“Adanya kebijakan pencabutan PPKM oleh pemerintah pusat dan semakin terkendalinya Covid-19 di Sumatera Utara juga berdampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat yang menggerakan aktivitas perekonomian ke berbagai sektor usaha,”ungkap Yusup.

Dalam kesempatan itu, Yusup juga menyampaikian, hasil survey SNLIK (Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan) menunjukan 51,69% masyarakat Sumatera Utara telah menerima informasi keuangan dan 95,58% masyarakat sudah mengunakan produk–produk dari industri jasa keuangan, khususnya sektor perbankan.

Ini tercermin dengan semakin luasnya jaringan perbankan yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara. Terdapat 56 entitas bank umum yang terdiri dari 47 bank umum nasional, 7 bank umum syariah nasional dan 2 bank umum lokal (Bank Mestika Darma dan Bank Sumatera Utara) serta 1.298 jaringan kantor cabang maupun cabang pembantu dan 4.342 jaringan ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Hal ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dan membuat semakin dekat untuk mendapatkan layanan dari perbankan. Selain bank umum, terdapat juga 53 entitas bank perkreditan rakyat, baik konvensional maupun syariah yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara.(ng)