24/06/2024 10:23
EKONOMI & BISNIS

Harga Cabai di Sumut Melonjak, Waspadai Gejolak Harga dalam Jangka Pendek

Harga cabai merah di Sumut tembus tiba-tiba melonjak. Ist

Fokusmedan.com : Harga cabai di Kota Medan dan sekitarnya di akhir pekan ini tiba-tiba melonjak tajam. Harga cabai merah pada Jumat pekan kemarin berada dikisaran Rp38 ribu per Kg dan pada akhir pekan ini ditransaksikan dikisaran harga Rp53 ribu per Kg. Sementara harga cabai rawit yang pada Jumat dijual pada kisaran Rp40 ribuan per Kg dan saat ini dikisaran Rp50 ribuan per Kg.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan harga cabai merah ini pada dasarnya sudah terlihat pada Jumat, namun lonjakan yang signifikan sekitar 40% pada akhir pekan sangat mengejutkan konsumen. Sementara itu, cabai rawit harganya melompat 25% di akhir pekan ini.

“Dari hasil penelusuran di pasar tradisional, pasokan cabai dari wilayah Aceh khususnya Takengon terpantau berkurang di pasar induk Tuntungan,” ujarnya, Sabtu (28/1/2023).

Gunawan melanjutkan, cabai dari Jawa yang masuk ke Kota Medan juga mengalami kenaikan harga. Di pasar induk ditransaksikan dikisaran level Rp45 ribu per Kg, kenaikan harga cabai ini tidak terlepas dari minimnya pasokan dari wilayah Karo.

“Kebutuhan cabai di Sumut lebih banyak bergantung cabai dari luar Sumut saat ini,” terangnya.

Sejauh ini, cabai dari Takengon juga menyuplai kebutuhan cabai di luar wilayah Sumut khususnya Riau. Sehingga Sumut khususnya Kota Medan harus berbagi dengan wilayah lainnya. Untuk sejumlah wilayah lain yang menjadi lumbung cabai seperti kabupaten batubara, baru akan memasuki musim panen di bulan maret mendatang.

“Pada dasarnya harga cabai di Kota Medan maupun Sumut secara keseluruhan masih berpeluang berfluktuasi, dengan tren naik setidaknya hingga jelang Ramadhan nanti,” ujarnya.

Namun khusus untuk kenaikan harga cabai yang tiba-tiba terjadi saat ini, katanya, masih akan berpeluang untuk turun dalam sepekan ke depan. Terlebih jika pasokan cabai dari wilayah pegunungan yang mengalami penurunan, lebih dikarenakan oleh intensitas hujan yang tinggi untuk beberapa saat sehingga dampak kenaikan harga ke konsumen juga tidak akan lama.

Kenaikan harga cabai ini tetap akan berpeluang sebagai salah satu pemicu inflasi pada Januari di Sumut. Meskipun secara rata rata kenaikan harga cabai di 5 hari menjelang tutup Januari tidaklah akan signfikan mendorong laju inflasi.

“Saya menyarankan agar TPID melihat fonema lonjakan ini sebagai bahan masukan, agar mitigasi terkait pengendalian harga pangan khususnya cabai ke depan bisa dilakukan secara maksimal,” pungkasnya. (ram)