17/06/2024 17:37
FOKUS MEDAN

Pemko Medan Segera Bangun Undepass dan Kolam Retensi

Wali Kota Medan Bobby Nasution mendengarkan paparan Design Underpass dan Kolam Retensi. Ist

Fokusmedan.com : Sebagai upaya mengatasi persoalan banjir, Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera membangun kolam retensi di dua lokasi. Sedangkan untuk mengurai kemacetan, Pemko Medan akan membangun underpass.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, diharapkan pembangunan kolam retensi dan underpass tersebut dapat segera dilakukan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Kolam retensi yang akan dibangun di Kecamatan Medan Selayang dan di Universitas Sumatera Utara (USU). Sementara pembangunan underpass akan dilakukan di Jalan Juanda Simpang Jalan Brigjen Katamso dan Jalan HM Yamin Simpang Jalan Jawa.

Menurutnya, rencana pembangunan underpass sudah baik. Namun untuk pembangunan underpass di Jalan HM Yamin Simpang Jalan Jawa, menantu Presiden Joko Widodo ini mengingatkan agar mendapatkan perhatian serius karena akan menimbulkan efek yang luar biasa.

“Perlu dipastikan lagi efek dan dampak dari rencana pembangunan underpass tersebut. Seperti halnya ada bangunan yang diduga merupakan cagar budaya. Di samping areanya juga merupakan kawasan yang cukup padat. Hal ini mendapat perhatian serius dan perlu diperjuangkan agar rencana pembangunan underpass dapat segera dilakukan,” ujar Bobby di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (16/1).

Guna mendukung rencana percepatan pembangunan kedua underpass tersebut, orang nomor satu di Pemko Medan ini minta agar perangkat daerah dapat mengundang langsung  stakeholder sehingga mereka bisa melakukan apa yang harus dilakukan.

“Silahkan tentukan waktunya, agar seluruh stakeholder dapat hadir. Mengingat harus mengejar waktu agar pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan,” jelasnya.

Bobby Nasution berpesan, agar dinas terkait berkoordinasi dengan stakeholder yang memiliki hubungan dengan rencana tersebut seperti Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, USU dan Balai Jalan.

“Rencana pembangunan (underpass dan kolam retensi) harus ada¬† dukungan dan koordinasi dengan stakeholder terkait. Seperti pembangunan kolam retensi, pengoptimalan masuknya aliran air ke kolam retensi tentunya harus mendapat dukungan baik itu dari pihak USU maupun BWS Sumatera II. Selain itu juga perlu memperhatikan semua aspek termasuk aspek atau potensi dampak sosial yang mungkin akan terjadi,” pungkasnya. (Rio)