20/06/2024 21:44
EKONOMI & BISNIS

Harga Beras Konsisten Naik, Sumut Susah Deflasi Meski Harga Sayuran Turun

Harga sejumalah komoditas sayuran di Medan mulai turun. Ist

Fokusmedan.com : Harga sejumlah sayuran di pekan kedua tahun 2023 mulai mengalami penurunan setelah sempat mengalami kenaikan tajam pada Desember tahun lalu.

Seperti harga kacang panjang misalnya, sempat Rp30 ribuan per Kg dan saat ini dijual dikisaran Rp15 ribuan per Kg. Sawi manis yang sempat Rp15 ribuan per Kg, saat ini dijual Rp3 ribuan per Kg. Bayam yang sempat menyentuh Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per ikat, saat ini dijual dikisaran Rp4 ribu per ikat.

Kangkung yang sempat Rp4 ribu per ikat menjadi Rp2 ribuan per ikat saat ini. Rimbang atau cepokak yang sempat Rp30 ribu per Kg, saat ini dijual dikisaran Rp20 ribuan per Kg. Sementara tomat yang sempat menyentuh =]15 ribu per Kg menjadi Rp10 ribuan per Kg.

“Harga sayuran yang sempat terganggu produksinya di Desember karena curah hujan tinggi, namun karena tumbuh kembang tanamannya cepat, sehingga tidak butuh waktu lama produksi mengalami peningkatan dan harga kembali turun. Dan saya menilai ke depan harga sayuran khususnya sayuran dari wilayah dataran rendah akan mampu bertahan stabil karena cuaca cukup bersahabat,” ujar Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Kamis (12/1/2023).

Akan tetapi, kata dia, penurunan harga sayuran tersebut tidak lantas akan membuat Sumut deflasi. Masih ada harga cabai merah yang saat ini bertengger dikisaran Rp35 ribuan per Kg dan cabai rawit yang masih ada dikisaran Rp50 ribuan per Kg.

“Cabai masih akan berpotensi menyumbang inflasi di Januari sekalipun Pertamina telah menurunkan harga BBM non subsidi di bulan ini,” katanya.

Menurut Gunawan, salah satu yang menjadi pemberat inflasi di Januari adalah kenaikan harga beras yangs ecara konsisten masih naik di bulan ini. Harga beberapa jenis beras mengalami kenaikan, khususnya untuk beras medium dan super. Informasi dari kilang di Deli Serdang, ada yang menaikkan 5% dari harga sebelumnya.

Bahkan kalau ditarik harganya sejak November dan Desember tahun lalu, harga beras ada yang mengalami kenaikan 14%. Kenaikan harga beras ini akan menjadi beban yang besar bagi pengendalian harga di Januari.

Untuk meredam harga beras ini, sambungnya, peran Bulog harus diperkuat untuk menekan harga. Sejumlah kabar terkait stok beras menipis atau kendala impor beras yang dihadapi Bulog justru bisa memperburuk harga beras itu sendiri.

“Kenaikan harga beras ini dengan jelas menunjukan kepada kita bahwa kita sangat membutuhkan intervensi harga dari Bulog. Karena sekalipun stok beras pada dasarnya cukup mengacu kepada data BPS, namun harga yang naik di pasar memberikan gambaran bahwa stok yang cukup, tidak menjamin harga yang terkendali,” pungkasnya.(ram)