13/04/2024 13:44
EKONOMI & BISNIS

Karantina Pertanian Belawan Serahkan Sertifikat Kesehatan Kopi Senilai Rp10,9 Miliar

Kopi asal Sumut tembus di pasar Internasional. Ist

Fokusmedan.com : Badan Karantina Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan menyerahkan Phytosanitary Certificate (PC) sebagai sertifikat kesehatan komoditas kopi sebanyak 96 ton yang akan diekspor ke USA dan Canada.

PC ini diserahkan secara langsung oleh Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto, kepada Arifin Ganda selaku Director PT. Orion Gandatama Perkasa selaku pemilik barang pada acara pelepasan ekspor kopi, Kamis (29/12).

Andi menjelaskan, sistem otomatisasi perkarantinaan (IQfast-red) Karantina Pertanian Belawan, mencatat pada tahun 2022, PT. Orion Gandatama Perkasa selain melakukan ekspor ke 2 negara ini juga telah membuka ekspor ke negara ekspor baru Netherland.

“Sepanjang 2022 PT ini telah melakukan ekspor sebanyak 5 kali ke Netherland  dengan volume 108 ton senilai Rp12 miliar. Patut kita banggakan karena petani kopi di Sumut juga turut terdongkrak ekonominya,” ujar Andi

Andi menambahkan hal ini sesuai dengan program kementerian pertanian untuk meningkatkan gerakan tiga kali lipat ekspor produk pertanian. Demi meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, dengan menciptakan lapangan kerja.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Lies Handayani Siregar mengatakan, ekspor komoditas kopi dari Sumatra Utara terus meningkat ke berbagai negara. Baik kopi Mandheling, kopi Sidikalang, kopi Lintong dan kopi Gayo.

“Ada delapan Kabupaten penghasil kopi dari Sumatra Utara, dan jenis kopi Sidikalang dan Kopi Mandheling merupakan jenis kopi yang terbanyak di ekspor,” ujar Lies

Lebih lanjut, Andi menyampaikan komoditas ekspor yang di lalulintaskan dari pelabuhan Belawan hingga Nopember tahun 2022 mencapai Rp28 triliun yang didominasi dari hasil perkebunan. Meningkat 3,36 % dibanding dari tahun 2021 dengan periode yang sama mencapai Rp26 triliun.

“Data Karantina Pertanian Belawan, periode Januari hingga Nopember, yang mendominasi adalah dari sub sektor perkebunan yang mencapai 26 triliun, yang kedua dari sub sektor hortikultura 278 miliar, dari tanaman pangan 74 miliar,” papar Andi. (ng)