Polisi Minta Warga Bali Waspada Uang Palsu, 6 Pemalsu sudah Ditangkap

Fokusmedan.com : Kepolisian Polres Badung, Bali, menangkap enam pelaku yang melakukan peredaran uang palsu di wilayah Bali. Para pelaku bernama Miftakul Alek Wibowo (29) alias Alek, Yohanes Kurniawan Prasetyo (37) Erma Mu’Arofah (51), EkoTriwaluyo (41), Mujiono (49) Ferdian (59).

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, bahwa para pelaku melakukan aksinya baru dua bulan. “Mereka baru dua bulan melakukan pengedaran uang palsu ini, namun kini masih kita pendalaman,” kata AKBP Leo, di Mapolres Badung, Bali, Senin (5/12).

Terungkapnya aksi komplotan ini berawal dari laporan sejumlah warga yang tertipu dengan uang palsu yang terjadi pada Kamis (25/11) lalu, di wilayah di Banjar Gadon Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Pelaku dalam aksinya mengedarkan uang palsu di warung atau kios dengan berbelanja,”Dimana para pelaku melaksanakan operasinya di warung-warung, kios, toko-toko klontong,” imbuhnya.

Lewat laporan tersebut, akhirnya pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku Eko Triwaluyo dan saat melakukan pengembangan akhirnya berhasil menangkap pelaku Yohanes Kurniawan.

Sementara, dari dua pelaku ini berhasil mengamankan barang bukti uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 82 lembar,”Dari dua pelaku ini ditemukan barang bukti sebanyak 82 lembar atau senilai Rp 8,2 juta,” jelasnya.

Dari tertangkap dua pelaku, pihaknya terus melakukan pengembangan dan kembali menangkap pelaku Miftakul Alek Wibowo dengan barang bukti sebanyak Rp 5, 5 juta uang palsu atau 55 lembar pecahan Rp 100 ribu.

Kemudian, dari pelaku Miftakul Alek Wibowo menyebutkan bahwa uang palsu itu mendapatkan dari pelaku Erma Mu’Arofah dan akhirnya berhasil menangkapnya dengan menyita 5 lembar uang palsu, “Jadi keempatnya ini yang mengedarkan bukan hanya di Badung, tapi seluruh Bali,” jelasnya.

Tak sampai di situ, kepolisian Polres Badung kembali melakukan penelusuran hingga menangkap dua pelaku lainnya di Jawa dan akhirnya berhasil menangkap Mujiono di Mojokerto, Jawa Timur, dengan barang bukti 89 uang palsu dan dari interogasi terhadap Mujiono, bahwa barang bukti diperoleh dari teman, yakni Ferdian dan akhirnya menangkap pelaku Ferdian di Gresik, Jawa Timur, dan dapat menyita uang palsu 259 lembar.

“Totalnya uang palsu l yang diamankan 490 lembar semuanya pecahan Rp 100 ribu sehingga nilainya Rp 49 juta,” ungkapnya.

Sementara, uang palsu tersebut dibeli para pelaku dengan rasio 1 dibanding 2 dengan uang asli. Kalau uang asli Rp 1 juta maka akan dibeli Rp 500 ribu. Tetapi pihaknya belum mengetahui sumber pencetaknya dan masih terus menyelidikinya.

“Kalau dari pengakuan (Ferdian), dia mendapatkan uang palsu tersebut dari seseorang di daerah Malang dan tim melakukan pengembangan ke sana,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 36 ayat (3) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang pengedar uang rupiah palsu dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.(yaya)