Ustadz Das’ad Latif Hadiri Perayaan Tahun Baru Islam di YPSIM Medan

Ketua Dewan Pembina YPSIM, Sofyan Tan berbincang dengan Ustadz Das’ad Latif. Ist

Fokusmedan.com : Ustadz Das’ad Latif hadiri perayaan Tahun Baru Islam 1444 H yang digelar Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM). Tentunya, kehadiran penceramah kondang tersebut menjadi hadiah luar biasa menjelang ulang tahun yayasan ke-35.

Ketua Dewan Pembina YPSIM, Sofyan Tan mengatakan, di waktu yang bersamaan, Ustad Das’ad Latif harusnya berangkat umroh. Tetapi atasan beliau mampu menjadi alasan utama untuk mengundurkan keberangkatannya satu hari.

“Kehadiran Ustad Das’ad Latif merupakan hal yang luar biasa. Ternyata ini karena atasan beliau Rektor Unhas, Profesor JJ yang juga merupakan sahabat saya,” ujar Sofyan sembari menjelaskan kalau Ustad Das’ad merupakan dosen di universitas yang berada di Kota Makasar itu,” Sabtu (6/8/2022).

Sofyan berharap, kehadiran Ustad Das’ad ke sekolah di Kecamatan Medan Sunggal ini bisa membawa keberkahan untuk sekolah yang dibangun dengan tujuan membantu anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk bersekolah.

“Apalagi Pak Ustad, di tempat kita berada ini, kami akan bangun Universitas yang kami beri nama Universitas Satya Terra Bhinneka yang juga bertujuan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk berkuliah,” kata Sofyan.

Ustad Das’ad Latif dalam ceramahnya mengajak siswa yang hadir untuk menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya, karena ilmu yang akan membawa perubahan kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, ada tiga hal yang membuat ilmu jauh lebih berharga dibandingkan harta. Yang pertama, ilmu bisa membuat manusia mendapatkan harta, tetapi harta belum tentu membantu manusia mendapatkan ilmu.

Yang kedua, ilmu akan menjaga manusia, sementara harta justru akan membuat manusia butuh ekstra untuk menjaganya.

“Dan yang ketiga, harta jika dikasih orang bisa berkurang, tetapi ilmu jika dikasih ke orang justru bertambah,” katanya.

Hal ini menurut Das’ad terjadi pada dirinya. Kegigihannya menuntut ilmu membuatnya banyak mendapatkan kemudahan.

“Dulu waktu saya kecil, setiap lihat pesawat terbang saya bergumam apakah memungkinkan saya naik pesawat sekali sebelum saya mati. Alhamdulillah dengan ilmu yang saya miliki sekarang, capek saya naik pesawat,” ucap Das’ad yang disambut tawa hadirin yang datang.

Das’ad Latif juga mengakui jika seharusnya ia berangkat umroh. Tetapi ia memilih untuk menunda keberangkatan demi untuk memenuhi undangan dakwah di YPSIM.

“Saya menghormati Pak Sofyan. Beliau yang berbeda keyakinan sama kita tetapi mengundang Das’ad Latif berkat pengetahuan dan informasi dari istri beliau,” tuturnya.

Untuk itu Das’ad Latif pun meminta agar undangan yang hadir mendoakan Sofyan Tan untuk panjang umur.

“Karena beliaulah kita bisa berkumpul di sini,” pungkasnya. (ng)