Bisa Muncul Tanpa Gejala, Faktanya Penyakit Batu Empedu Pantang Disepelekan

Fokusmedan.com : Memperhatikan kondisi tubuh sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Selain menjaga gaya hidup dan pola makan, screening kesehatan secara rutin juga diperlukan untuk mendeteksi berbagai kemungkinan penyakit sedini mungkin. Pasalnya, tak semua masalah kesehatan menimbulkan gejala pada tubuh. Misalnya saja saat mengalami penyakit batu empedu.

Meskipun dalam beberapa kasus pasien batu empedu tidak mengalami gejala, tapi risikonya ternyata pantang disepelekan karena bisa mengganggu kondisi kesehatan secara menyeluruh. dr. Agung Sumastoro, Sp.B, SubBDig, Spesialis Bedah – Subspesialis Bedah Digestif dari RS EMC Pulomas memberikan penjelasan lebih lengkap tentang penyakit yang satu ini.

Apa Itu Penyakit Batu Empedu?

Batu kandung empedu atau cholelithiasis suatu keadaan dimana terdapat bentukan batu empedu pada kandung empedu. Adapun batu empedu juga bisa terjadi di dalam saluran empedu, sebagian besar batu empedu berasal dari endapan kolesterol yang mengeras menjadi bentukan batu. Kondisi tersebut terkadang tidak menimbulkan gejala atau asimptomatik tetapi juga dapat menimbulkan gejala atau simptomatik baik ringan sampai dapat menyebabkan gejala berat sehingga diperlukan upaya penanganan segera untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi.

Mengenal lebih jauh, cairan empedu terbentuk di dalam hati. Fungsinya sebagai ‘deterjen’ yang melarutkan dan penyerapan lemak serta beberapa vitamin esensial. Empedu memiliki komposisi berupa bahan anorganik seperti Na, K, Ca, Cl, P serta bahan organik berupa kolesterol, fosfolipid, garam empedu, dan bilirubin terkonjugasi.

Jenis Batu Empedu yang Bisa Terjadi

Ada beberapa jenis masalah batu kandung empedu yang bisa terjadi. Yang pertama adalah batu kolesterol, kondisi yang paling sering ditemukan di kandung empedu dan disebabkan oleh kelebihan kolesterol. Hal tersebut menyebabkan super saturasi empedu dan membentuk kristal yang lama kelamaan berubah menjadi batu.

Selain kondisi batu empedu, ada juga batu pigmen atau batu infeksi yang muncul dari pelepasan bilirubin. Pigmen bilirubin hasil pemecahan darah bergabung dengan kalsium pada saluran empedu dan membentuk batu.

Kelompok yang Rentan Mengalami Masalah Batu Empedu

Batu empedu ternyata lebih rentan menyerang perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini karena pengaruh hormon estrogen.

Selain itu, secara umum batu empedu rentan terjadi pada mereka yang mengalami obesitas, sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat, usia di atas 40 tahun, mengalami penurunan berat badan secara drastis dan memiliki penyakit radang pencernaan kronis. Batu empedu juga berisiko pada orang yang memiliki riwayat diabetes melitus, kelainan darah, dan penyakit liver kronis.

Gejala Batu Empedu, Wajib Segera Diperiksakan!

Waspada jika mengalami nyeri perut kanan bagian atas dan ulu hati yang menjalar hingga punggung, karena bisa menjadi tanda munculnya batu empedu. Gejala tersebut juga bisa disertai mual, muntah, dan nyeri yang meningkat jika mengonsumsi makanan berlemak. Namun, beberapa kasus juga menunjukkan batu empedu bisa datang tanpa gejala.

Jika sudah mengalami gejala-gejala yang mengarah pada batu empedu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter spesialis bedah digestif untuk menemukan penanganan yang tepat. Adapun prosedur pemeriksaan meliputi screening awal kondisi pasien, pemeriksaan darah untuk mengecek adanya inflamasi dan tanda sumbatan saluran empedu. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah USG (Ultrasonografi) dan jika diperlukan MRCP (Magnetic Resonance Cholangio Pancreatography).

Nah, kondisi batu kandung empedu juga bisa menyebabkan radang kandung empedu. Jika dibiarkan, peradangan akan semakin parah yang menyebabkan perlengketan organ sekitar atau adanya kebocoran. Batu empedu juga bisa masuk ke dalam saluran utama empedu sehingga menyebabkan keluhan kuning yang dapat memicu terjadinya radang pankreas. Iritasi batu empedu juga bisa berisiko menyebabkan tumor ganas pada kandung empedu.

Prosedur Penanganan Batu Empedu

Bagi yang mengalami batu empedu tanpa gejala, prosedur penanganan perlu mempertimbangkan beberapa hal mulai dari kemungkinan komorbid, ukuran batu, kondisi kandung empedu dan kondisi klinis penderita.

Sementara itu, prosedur penanganan batu empedu dengan gejala bisa dilakukan tindakan kolesistektomi, yaitu dengan mengangkat batu dan kandung empedunya. Ada juga prosedur gold standard operasi kolesistektomi berupa tindakan minimal invasif laparoskopi dengan sayatan minimal, sehingga memberikan efek nyeri yang minimal dan masa rawat inap yang lebih pendek juga.

Mengetahui kondisi kesehatan sedini mungkin sangat penting agar bisa segera menemukan langkah penanganan yang tepat tanpa harus menunggu kondisi kesehatan semakin parah. Jika mulai merasakan beberapa gejala batu empedu seperti penjelasan di atas, yuk segera periksakan kondisimu ke dokter spesialis yang berpengalaman dan profesional, seperti dr. Agung Sumastoro, Sp.B, SubBDig, Spesialis Bedah – Subspesialis Bedah Digestif dari RS EMC Pulomas. Jangan tunda-tunda, lakukan sekarang juga sebelum terlambat!