Anak ADHA: Bu Gubernur, Tolong Titip Salam Kami dengan Presiden Jokowi

Fokusmedan.com : Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) mengucapkan terima kasih atas perhatian tulus dari Ibu Asuh ADHA, Ny Nawal Lubis.

Hal tersebut disampaikan sejumlah anak penderita ADHA pada kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Pelaksanaan Kebijakan, Program dan Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Kewenangan Provinsi dalam Bentuk Perlindungan Khusus Anak, di halaman Kantor Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Sumatera Utara di Medan.

“Terima kasih Ibu dan Bapak Gubernur yang selalu bersama kami selama ini. Tolong sampaikan salam kami pada Bapak Presiden Jokowi dan Ibu. Tolong sampaikan bahwa kami ada ya Bu,” seru salah seorang anak yang berbicara mewakili teman-temannya dan disambut Nawal Lubis dengan “Insya Allah”,” sebutnya, Kamis (14/7/2022).

Ketua Forum Peduli ADHA, Saurma MGP Siahaan melaporkan dalam bulan ini saja tiga anak ADHA meninggal dunia dalam kondisi menyedihkan.

ADHA sangat memerlukan perhatian terkhusus pada berbagai kasus terkait akses dan keterbatasan lainnya yang perlu dukungan regulasi.
Sehingga Perda dan Pergub terkait ADHA sudah mendesak.

Hal tersebut langsung disambut baik oleh Nawal Lubis yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumut. Nawal mendorong agar penanganan HIV/AIDS khususnya pada ADHA bisa lebih sistematis dan serius.

“Penanggulangan AIDS perlu dipercepat untuk menghambat penyebarannya dan juga menghindari stigma serta diskriminasi terkhusus pada ADHA,” tegas Nawal Lubis.

Ia juga menyatakan kebanggaannya karena dari 40an ADHA yang hadir, beberapa diantaranya merupakan anak berprestasi. Ada yang juara 1, 2, 3, 5, 7 dan 8 di sekolahnya masing-masing. Itu menunjukkan semangat yang tinggi dari ADHA meski mereka harus terus mengkonsumsi obatnya.

“Mereka benar-benar harus didampingi karena tidak sedikit yang mendapat perlakuan berbeda di lingkungannya, apalagi tidak sedikit ADHA yang salah satu orang tuanya atau keduanya sudah tiada. Kita ingin mereka tetap tumbuh dengan baik dan mendapat kasih sayang dari keluarganya,” katanya.

Usai interaksi dengan ADHA, Nawal Lubis menyatakan ingin mendorong percepatan penanggulangan AIDS di Sumut, karena semakin hari kasusnya semakin bertambah.

“Kita akan dorong percepatan penanganannya agar penanggulangan AIDS lebih cepat dan sistematik terutama pada anak-anak kita ADHA ini. Untuk ini perlu dukungan kita semua,” seru Nawal Lubis yang langsung mengapresiasi para penggiat HIV/AIDS, dan terkhusus yang mengurusi ADHA.

Sementara, Ketua KPA Sumut Ikrimah Hamidy menjelaskan dari tahun 2007 sampai dengan Desember 2011 data kasus HIV dan AIDS Sumut mencapai 17.241 orang. Kasus tertinggi ada di Medan   berjumlah 10.177 orang. Jumlah penderita dari usia di bawah 1 tahun hingga 9 tahun ada 164 orang, sedangkan usia 10-18 tahun ada 242 orang.

Hamidy mengatakan, bukan hanya pendampingan secara psikologi yang penting untuk ADHA, tetapi juga pendampingan secara medis. Ini penting karena sebagian besar anak-anak masih acuh tak acuh dengan kesehatannya termasuk mengkonsumsi obat.

“Obatnya tersebut benar-benar harus rutin, anak-anak kalau tidak didampingi benar-benar sulit. Begitu juga dengan menjaga kesehatan, kita harus perhatikan mereka benar-benar. Sayangnya, Sumber Daya kita tidak bisa mencakup semua,” kata Ikrimah.

Ia berharap Ranperda penanggulangan AIDS lebih cepat selesai agar bisa bekerja lebih maksimal dan sistematis.(ril)