Jokowi: Kemandirian Pangan Turunkan Stunting

Fokusmedan.com : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan masyarakat bila nutrisi anak tercukupi tentu dapat mengurangi stunting.

“Dengan begitu, anak-anak kita bakal pintar-pintar, cerdas dan kita mampu bersaing dengan negara lain. Tapi kalau stunting, tentu akan semakin sulit bersaing,” sebutnya dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (7/7/2022).

Jokowi mengajak seluruh Bupati dan Walikota untuk memanfaatkan lahan sekecil apapun untuk menanam dan berproduksi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Manfaatkan lahan kosong untuk asupan gizi anak kita, ini penting sekali,” tegasnya.

Terlebih lagi, situasi global akibat perang Russia dan Ukraina telah berdampak pada melonjaknya harga minyak, gas, energi dan pangan dunia. Dia menyebutkan, untuk harga minyak kini telah 110-120 dolar perbarel dari sebelumnya 60 dolar perbarel.

“Hati-hati. Negara kita ini masih tahan untuk tidak menaikan pertalite, kita doakan APBN masih sanggup memberi subsidi. Tapi ingat kita masih import separoh dari kebutuhan kita, yakni 1,5 juta barel. Artinya kalau di luar naik kita harus membayar lebih banyak,” ungkapnya.

Begitu juga dengan gas, sambung dia, internasional bahkan sudah lima kali mengalani kenaikan. Sedangkan pangan, terutama gandum, ucap Jokowi, saat ini telah naik 30-50 persen.

“Untungnya kita, alhamdulillah rakyat kita, utamanya petani masih memproduksi beras dan sampai hari ini belum naik. Bahkan sudah tiga tahun kita tidak import beras lagi,” terangnya.

Akibat situasi tersebut, Jokowi menuturkan, negara di Afrika dan beberapa negara di Asia saat ini sudah mulai kekurangan pangan akut. Oleh sebab itu, ucapnya, kemandirian pangan itu sangat penting.

Dalam upaya menurunkan stunting, lanjutnya, harus betul-betul bekerja keras, terutama dalam mengejar target 14 persen pada 2024. Sejauh ini, tambah Jokowi, penurunan stunting perlahan sudah berhasil dilakukan, di mana pada 2014 dari 37 persen turun menjadi 24,4 persen pada 2021.

“Saya senang dan optimis menyampaikan di 2024 angka 14 persen bisa kita capai. Saya juga percaya keluarga (adalah) pilar kesejahteraan bangsa, keluarga ekosistem pertama dan utama dalam mengasuh dalam mendidik manusia yang sehat, manusia yang bergizi dan manusia yang berkualitas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan, Harganas merupakan momentum refleksi dan apresiasi negara terhadap peran penting keluarga dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Menurutnya, untuk mencapai target angka stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen, diperlukan upaya serius dan kerja keras dari seluruh pihak, salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor sejak dari intervensi hulu-hilir, intervensi spesifik dan sensitive serta pendekatan pentahelix.

“Untuk meningkatkan pemahaman dan memberikan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 200.000 orang terdiri dari unsur PKK, Kader Keluarga dan Bidan yang tersebar diseluruh desa atau kelurahan. Kemudian telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai tingkat pusat sampai dengan desa,” jelasnya.

Hasto juga menyampaikan, telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting di tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota. Dalam rangkaian peringatan Harganas ke-29, lanjutnya, juga dilaksanakan Pelayanan Sejuta Akseptor (PSA) dengan realisasi sebesar 1.294.882 akseptor baru atau setara 117,6 persen.

Selanjutnya, bedah rumah di Belawan dan Deliserdang dengan dukungan dari Pemerintah Kota Medan dan Pertamina (Persero), pengukuhan bapak asuh anak stunting, bantuan sosial kepada keluarga dengan balita stunting, hingga pelayanan dan pendampingan kepada calon pengantin dengan menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (ELSIMIL).(yaya)