Sampah Plastik 3 Brand Produk Menumpuk di Sungai Deli

Tim ESN temukan sampah plastik 3 brand produk menumpuk di Sungai Deli. Ist

Fokusmedan.com : Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) Jumat siang (24/6) melakukan kegiatan brand audit pada beberapa pohon dari 388 pohon terlilit sampah plastik dan 232 timbulan sampah illegal ditepi Sungai Deli.

Relawan ESN Chapter Medan, Rizki Ramadhanu menjelaskan, pihaknya menemukan sampah sachet dari Unilever, Wings dan Indofood terlilit di dahan pohon dan pada timbulan-timbulan sampah liar tepi Sungai Deli.

“Selain menimbulkan bau busuk tempat sampah liar ini juga sebagian sampah plastiknya tergelontor arus masuk ke badan air Sungai Deli,” ujarnya melalui siaran tertulis, Senin (27/6/2022).

Selain melakukan brand audit, kata dia, Tim ESN juga melakukan aksi peduli Sungai Deli dengan membentangkan poster himbauan agar masyarakat tidak menganggap Sungai Deli Adalah tempat sampah. Tiga poster yang dibentang bertuliskan “Sei Deli Bukan Tempat Sampah,” Sei Deli Tercemar Mikroplastik dan Sampah Sachet Cemari Sungai Deli.

Tim ESN, Prigi Arisandi menambahkan, selama ini masyarakat menganggap sungai Deli sebagai tempat sampah sehingga banyak ditemukan sampah plastik dan kontaminasi mikroplastik yang cukup tinggi sekitar 233 partikel mikroplastik dalam 100 liter. Aksi ini bertujuan agar masyarakat stop buang sampah ke Sungai Deli.

“Selain menjadi tanggungjawab Pemkot Medan untuk membersihkan tumpukan sampah liar di sepanjang bantaran Sungai Deli, produsen produk-produk kebutuhan sehari-hari seperti personal care, makanan dan minuman instan harus ikut bertanggungjawab karena packaging atau bungkus produk mereka tidak dapat didaur ulang dan dibuang tak terkelola di tepi sungai Deli,” ungkap Prigi Arisandi.
Peneliti ESN mengungkapkan bahwa dalam Undang-undang pengelolaan sampah Nomor 18 tahun 2008 pasal 15 menyebutkan bahwa setiap produsen yang mengasilkan sampah dari produk mereka dan tidak bisa diolah secara alami atau di daur ulang maka produsen harus bertanggungjawab atas sampah mereka.

“Temuan kami menunjukkan bahwa jenis bungkus sabun cuci bubuk, shampo, bumbu, kecap, minuman instant dan makanan instant atau snack mendominasi temuan sampah yang tercecer di sungai Deli. Sampah jenis sachet ini tidak bisa didaur ulang dan umumnya akan dibakar atau dibuang disungai,” ujarnya.

Alumni Biologi Universitas Airlangga Surabaya ini mendesak agar produsen Besar seperti Unilever, Wings, Indofood, Mayora, Orang tua, santos dan Sasa ikut bertanggungjawab dengan menyediakan fasilitas tempat sampah disepanjang sungai Deli untuk menghindari masyarakat membuang sampahnya kesungai sedangkan untuk solusi jangka panjang pihak produsen juga harus menghentikan produksi sachet.(ng)