
Fokusmedan.com : Pemerintah menyebut, UKM yang dimiliki dan dipimpin perempuan merupakan bagian integral dari upaya mencapai kesetaraan gender dalam partisipasi ekonomi.
Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, UKM perempuan juga merupakan tulang punggung banyak perekonomian di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Di mana bisnis milik perempuan memiliki peran kunci dalam pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi.
“Oleh karena itu, mendukung UKM perempuan berarti berinvestasi dalam pemulihan ekonomi yang inklusif dan dipercepat,” kata Menteri Teten dalam acara G20 Side event Rebuilding women’s Productivity Post Pandemic, di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu (18/5).
Lebih lanjut, kata Menteri Teten, selama dua tahun terakhir pandemi covid-19 telah mengakibatkan kemunduran ekonomi dan mengganggu belanja konsumen dan rantai pasokan global.
Dampaknya jauh lebih parah terhadap UKM daripada sektor usaha lainnya. Di mana pelaku UKM harus menghadapi penurunan pendapatan bahkan hingga kebangkrutan.
“Hal ini penting untuk diperhatikan karena UKM merupakan tulang punggung suatu negara, menyediakan banyak lapangan kerja dan berkontribusi terhadap PDB negara tersebut,” ujar Menteri Teten.
Peran UKM Perempuan
Selain tantangan baru yang disebabkan oleh pandemi, dampak pandemi lainnya yaitu meningkatkan kesenjangan gender dalam partisipasi dan peluang ekonomi.
Adapun berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, 76 persen UKM perempuan terdampak pandemi covid-19. Lantaran, mereka harus bekerja dari rumah. Di Indonesia, 64 persen dari 64 juta UMKM adalah milik perempuan, dan berkontribusi hingga 60 persen terhadap PDB nasional.
“Saat dunia menavigasi pemulihan pasca pandemi dan mengurangi dampaknya terhadap bisnis, penting juga untuk fokus pada pemulihan bisnis yang dimiliki dan dipimpin oleh wanita,” kata Teten.
Menurut Menteri Teten, pandemi memperlebar kesenjangan gender dalam perekonomian, khususnya UKM perempuan. Maka diperlukan tindakan cepat agar perempuan tidak tertinggal.
“Kami di Kementerian Koperasi dan UKM menyadari pentingnya peran pemberdayaan ekonomi perempuan terhadap masyarakat, keluarga dan perekonomian secara luas,” ujarnya.(yaya)
