Pelaku Bom Bali dan Marriot, Zulkarnaen Divonis 15 Tahun Penjara


Fokus
medan.com
: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur telah memvonis terdakwa tindak pidana terorisme kasus Bom Bali I Zulkarnaen alias Arif Sunarso alias Daud alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman dengan pidana penjara 15 tahun penjara.

Vonis tersebut sebagaimana amar putusan dari hasil persidangan pada Rabu 19 Januari 2022 yang disampaikan Humas PN Jakarta Timur, Alex Adam Faisal dalam keterangan tertulisnya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 15 tahun,” bunyi amar putusan dikutip, Rabu (19/1).

Dengan demikian, majelis hakim memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan dan menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

“Menetapkan barang bukti berupa satu unit Sepeda Motor merk Yamaha, type Jupiter X-CW warna Merah marun, Nomor Polisi: BE-6774-RE, Nomor rangka : MH331B004BJ746353, Nomor Mesin 31B-746404, beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor,” tulis putusan.

“Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,” lanjut putusan.

Seperti diketahui, Zulkarnaen sempat buron selama 18 tahun. Dia baru tertangkap pada Kamis, 10 Desember 2020 di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Zulkarnaen yang merupakan pimpinan Askari Markaziah Jamaah Islamiah sudah DPO Polri dalam kasus teror Bom Bali 1 yang terjadi pada 2002.

Zulkarnaen juga disebut menjadi dalang kerusuhan di Ambon, Ternate dan Poso pada medio 1998-2000. Dia disebut juga menjadi otak peledakan kediaman Dubes Filipina di Menteng pada 1999, terlibat peledakan gereja pada malam Natal dan tahun baru 2000-2001, Bom Marriot pertama di tahun 2003, Bom Kedubes Australia 2004 dan Bom Bali 2 pada 2005.(yaya)