Letusan Gunung Api Bawah Laut Picu Tsunami di Tonga

Letusan Gunung Api bawah laut Tonga memicu tsunami. Japan Meteorology Agency via AP

Fokusmedan.com : Sejumlah negara tetangga mewaspadai peringatan tsunami di area pesisir Samudera Pasifik usai gunung berapi bawah laut di kawasan negara kepulauan Tonga meletus. Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (15/1) dan telah mengakibatkan tsunami di Tonga.

Salah satu negara yang mendapat peringatan tsunami adalah Amerika Serikat. Beberapa wilayah seperti California, Oregon, Washington dan Alaska dilaporkan dapat terdampak letusan gunung berapi bawah laut tersebut.

“Pusat Peringatan Tsunami Nasional telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk Pantai Washington dan Oregon karena letusan gunung berapi bawah laut yang besar di dekat Tonga sekitar pukul 8.30 malam Jumat PST (Pasific Standar Time),” tulis akun remi layanan cuaca nasional Portland, Sabtu (15/1).

Hal senada juga dituliskan oleh akun pemantau tsunami dan gempa @EQTW. Disebutkan bahwa tsunami merupakan dampak lanjutan dari tetusan gunung api tersebut.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan untuk Samoa Amerika. Mereka mengatakan ada ancaman fluktuasi permukaan laut dan arus laut yang kuat yang bisa menjadi bahaya di sepanjang pantai.

Tak hanya di Amerika, peringatan serupa juga dikeluarkan oleh pihak berwenang di Selandia Baru, Fiji, Vanuatu dan Australia. Otoritas setempat menilai sejumlah garis pantai, termasuk di Sydney dapat terkena gelombang tsunami.

Badan Meteorologi Australia mengatakan bahwa wilayah yang dapat terdampak meliputi: Norfolk Island, Lord Howe Island, New South Wales, Queensland, Victoria, Macquarie Island, dan Tasmania.

Kenaikan gelombang air laut tercatat antara 10-82 sentimeter di beberapa lokasi pengamatan di pesisir timur Australia. Sehingga, masyarakat setempat diminta agar berpindah ke daratan tinggi 1 kilometer lebih jauh.

“Di daerah dengan ancaman terhadap lingkungan laut saja, otoritas darurat menyarankan orang untuk keluar dari air dan menjauh dari air langsung tepi pelabuhan, muara pesisir, anjungan batu dan pantai,” tulis akun resmi Badan Meteorologi Australia, Sabtu (15/1).

Selain itu, Badan Meteorologi Jepang juga mengeluarkan peringatan serupa untuk area pesisir Samudera Pasifik. Dimana, wilayah itu meliputi area selatan Pulau Amami dan Tokara di Prefektur Kagoshima.

Melansir NHK di laman CNNIndonesia.com, tsunami setinggi 3 meter diperkirakan bisa mencapai Jepang usai letusan gunung api bawah laut.

Sebagai informasi, tsunami menghantam Tonga sebelum seluruh peringatan itu terbit di berbagai negara. Sejauh ini, belum ada kabar tentang korban jiwa atau luka akibat insiden itu.

Island Business melaporkan bahwa Raja Tonga Tupou VI telah dievakuasi dari Istana Kerajaan setelah tsunami membanjiri ibu kota Nuku’alofa. Gelombang tsunami itu sempat membanjiri halaman Istana, tepi laut dan jalan utama.

Sejauh ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Indonesia tak terancam tsunami akibat letusan gunung api bawah laut di Tonga.(ng)