Anggota Fatwa Terlibat Terorisme, MUI Bakal Gandeng Polri Terkait Rekrutmen Pengurus

Fokusmedan.com : Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan bahwa belum ada kriteria dan mekanisme pasti terkait prosedur perekrutan setiap anggota. Prosedur perekrutan anggota MUI disorot setelah Densus 88 menangkap anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An-Najah terkait terorisme di Bekasi, pada Selasa (16/11) pekan lalu.

“Jadi poinnya adalah MUI sejak awal adalah heterogen, karena itu adalah wadah musyawarah ormas Islam. Sehingga sebetulnya sejauh ini belum ada mekanisme yang pasti sebagai kriteria (anggota),” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI (BPET MUI) M. Najih Arromadloni kepada wartawan, Kamis (25/11).

Namun menurut Najih, MUI akan melakukan perbaikan terkait prosedur perekrutan anggota usai Ahmad Zain An-Najah ditangkap Densus 88. Najih mengatakan, prosedur perekrutan anggota MUI ke depan akan lebih ketat dengan melibatkan aparat penegak hukum.

“Karena itu ke depan kami akan melibatkan Polri, akan melibatkan aparat keamanan dalam proses seleksi anggota MUI,” tutur Najih

Najih menekankan seleksi ketat akan dilakukan agar lebih mendalam terkait profil calon pengurus MUI. Di mana anggota MUI merupakan perwakilan setiap anggota didelegasikan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al Washliyah, dan lain-lain.

“Jadi prosesnya (sebelumnya) adalah ormas asal misalnya dari NU ataupun Muhammadiyah mendelegasikan seseorang untuk menjadi pengurus di MUI. Maka kemudian para utusan atau para delegasi inilah yang menjadi pengurus dan ditempatkan menjadi pengurus di MUI,” kata dia.

Kendati begitu, Najib mengatakan, MUI masih mempersiapkan aturan terkait rencana seleksi yang diperketat bagi setiap anggota ke depan.

“Kami sudah rapat di dewan pimpinan tetapi belum bisa kami sampaikan sekarang,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Sirbesa juga meminta kepada MUI untuk memperketat pola rekrumen setiap anggotanya.

“Yang kita lihat Dewan Syuro yang bersangkutan masih belum banyak yang membuka kepada kita. Tetapi kita harus yakin konteks rekrutmen itu lebih penting karena itu sebagai sarana supaya organisasi ini ada terus,” tambahnya.(yaya)