Butuh Satgas Untuk Pengawasan KTR di Medan


Fokus
medan.com
: Berdasarkan temuan dan pemantauan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) selama enam bulan oleh Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) ditemukan 1.521 pelanggaran.

Koordinator program Tobaco Control YPI Elisabeth mengatakan, dari jumlah tersebut yang paling banyak berlangsung di tempat umum dengan temuan 579 pelanggaran.

Ia menjelaskan, fakta yang mengejutkan adalah pelanggaran yang juga banyak terjadi justru berada di tempat bermain anak dengan 344 pelanggaran. Kemudian di tempat kerja sebanyak 110 pelanggaran, tempat ibadah 90 pelanggaran, tempat belajar mengajar 79 pelanggaran, tempat layanan kesehatan 49 pelanggaran dan angkutan umum tiga pelanggaran.

“Anak-anak ternyata belum menjadi prioritas penting bagi masyarakat dan pemerintah, sehingga tempat bermain anak justru banyak terdapat pelanggaran KTR. Diperkirakan 19 persen dari pelanggaran yang ditemukan,” sebutnya kepada wartawan, Minggu (21/11/2021).

Selain tidak adanya plang larangan merokok di kawasan KTR, lanjutnya, pemerintah juga tidak memiliki satgas yang berfungsi untuk mengingatkan.

“Penilaian kami, tempat bermain anak sebagai salah satu kawasan tanpa rokok kondisinya cukup memprihatinkan. Ada banyak pelanggaran dan nomor dua tertinggi setelah tempat umum,”

Sementara yang dominan adalah di kafe dan kantor Dinas Kesehatan, kantor Pengadilan Negeri Medan serta kantor DPRD yang nota benenya sebagai tempat di mana perda KTR dilahirkan.(riz)