16/04/2024 4:50
NASIONAL

Harga Minyak Goreng Naik Tinggi Akibat Stok Terbatas


fokus
medan.com
: Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo, Jawa Timur mengalami kenaikan yang signifikan. Ini terjadi akibat pasokan ketersediaan atau stok komoditas tersebut terbatas di kota setempat.

“Naiknya harga minyak goreng itu dipicu oleh pasokan ketersediaan yang ada di Kota Probolinggo terbatas,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setda Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti dikutip dari Antara, Kamis (18/110.

Ketika sebuah angka menunjukkan stok terbatas, lanjut dia, itu berarti bukan tidak ada barangnya, melainkan dari sektor produksi internal Kota Probolinggo tidak mencukupi. Sehingga keterbatasan itu akan ditopang oleh daerah-daerah di sekitarnya yang perlu disuplai.

“Selain itu, kenaikan minyak goreng juga dipicu tingginya harga minyak sawit mentah (CPO). Kondisi itu yang juga harus mendapatkan perhatian dan masyarakat diimbau bijak dalam menyikapinya,” tuturnya.

Dia berharap, masyarakat tidak panik dalam menghadapi beberapa harga yang naik seperti minyak goreng, sehingga bijak dalam menerima informasi dan bijak berbelanja juga harus menjadi perhatian bersama.

“Dan perlu diketahui, kenaikan harga minyak goreng ini tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo saja, tapi juga wilayah Jawa Timur, bahkan nasional,” katanya.

Imbau Masyarakat Tak Khawatir

Setiorini mengimbau masyarakat tak perlu khawatir karena Pemkot Probolinggo melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bersinergi dengan membuka jejaring komunikasi dengan daerah produsen yang ada di sekitar Kota Probolinggo.

“Sehingga ketika ada kejadian seperti itu kondisinya maka akan tetap stabil. Kami bekerjasama dengan Bulog Sub Divre VIII dalam menjaga stabilisasi harga pangan di Kota Probolinggo dengan menggelar pasar murah di beberapa lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan bahwa minyak goreng menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar di bulan Oktober 2021 yang mencapai 0,0506 persen di Kota Probolinggo.

“Inflasi Kota Probolinggo sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 105,31 persen dan komoditas yang memberikan andil terbesar yakni minyak goreng,” katanya