BPBD Bangli Imbau Pendaki Tak Naik ke Gunung Abang

Fokusmedan.com : Pendaki diimbau untuk tidak mendaki ke Gunung Abang, di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Selasa (19/10). Alasannya karena ada banyak keretakan di jalur dan tebing tanah yang mengarah ke puncak Gunung Abang. Keretakan tersebut diduga akibat gempa berkekuatan 4,8 SR yang terjadi Sabtu (16/10) lalu.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya keretakan itu. Sebab, dia menambahkan, pihaknya belum melakukan pengecekan langsung.

“Kalau, retakan kami tidak tahu karena kami juga tidak ada atensi ke atas. Tapi, kalau longsoran susulan iya mungkin, karena pemicunya ada retakan bisa jadi,” katanya saat dihubungi, Selasa (19/10).

“Tapi, kami tidak berani bilang itu ada retakan. Tapi kalau longsor susulan kemari sore iya. Bahkan bongkahan batu besar juga turun dari titik satu longsoran. Dari titik awal itu,” imbuh Agus.

Dia mengungkapkan, untuk longsoran susulan hampir setiap hari terjadi. Namun, titik longsoran tersebut jauh dari pemukiman warga. Kecuali, 5 KK korban gempa yang memang berdekatan dengan Gunung Abang.

Sementara, untuk di kawasan Gunung Abang ada tiga desa yaitu Desa Teruyan, Desa Abang Songan, dan Desa Abang Batu Dinding.

“Iya hampirlah (setiap hari longsoran susulan). Kan begini, ada yang masih di zona hijau pemukimannya. Kalau yang longsoran ini jauh dari pemukiman. Kecuali yang lima (KK) yang terdampak di Teruyan yang lainnya kan relatif jauh dari Gunung Abang, (titik) yang rawan longsoran,” terangnya.

Agus menyebutkan, untuk kondisi di atas Gunung Abang pihaknya belum mengetahui. Namun, pihaknya sudah memasang garis polisi di titik longsoran tersebut agar tidak dilewati oleh masyarakat dan pihaknya juga mengimbau agar para pendaki jangan menaiki Gunung Abang.

“Itu, di akses jalan baru masuk itu sudah pasang garis polisi untuk tidak melintas. Artinya jalan itu ditutup jalan darat itu. Untuk sementara (jangan mendaki) karena situasi di sini juga kering dan rawan kebakaran. Janganlah dulu,” tutupnya.(yaya)