14/07/2024 14:09
SUMUT

Sofyan Tan Sebut Pelaksanaan Vaksinasi Lebih Efektif Berbasis Pendidikan

Anggota DPR RI dr Sofyan Tan Tinjau vaksinasi kedua YPSIM. Ist

Fokusmedan.com : Anggota DPR RI Komisi X dr Sofyan Tan sebut pelaksanaan vaksinasi lebih efektif dilaksanakan dengan berbasis komunitas pendidikan. Pasalnya, jumlah total siswa di seluruh Indonesia hampir 56 juta dan belum dihitung jumlah orang tua.

“Saat ini kita punya vaksin banyak. Kalau kita lihat jumlah siswa di seluruh Indonesia itu totalnya hampir 56 juta. Para siswa ini punya orangtua. Kalau dihitung mereka sama orangtuanya ada sekitar 150 juta orang. Makanya lebih efektif vaksin ini berbasis komunitas pendidikan,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi kedua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Selasa (12/10/2021).

Ia melanjutkan, ketika seluruh siswa dan orangtuanya sudah divaksin, maka kehidupan pendidikan di sekolah juga kembali seperti biasa.

“Karena kalau anak-anak sudah sekolah, maka ekonomi juga berjalan. Sopir angkut ada sewanya, pelaku UMKM jualannya mulai ramai dan lain sebagainya. Makanya saya bilang harus berbasis sekolah,” ucapnya.

Jika vaksinasi digelar di sekolah, kata dia, maka sekolah juga lebih siap. Ruang-ruangan di sekolah banyak. Lebih siap menampung orang ramai dan tidak sampai bertumpuk sehingga tidak menimbulkan kluster baru.

Sofyan Tan juga bersyukur karena angka Covid-19 di Kota Medan juga sudah mulai melandai. Saat ini status Medan juga dalam PPKM level 2.

“Memang berdasarkan peraturan Menteri itu pembelajaran tatap muka (PTM) sudah bisa dilakukan jika suatu daerah itu masuk dalam PPKM level 3. Jadi karena Medan statusnya di level 2 maka memang sudah seharusnya pelaksanaan PTM dilakukan dengan beberapa persyaratan,” sebutnya.

Persyaratan itu yakni para gurunya harus sudah divaksin. Kalau siswa berdasarkan peraturan menteri tersebut memang tidak harus divaksin, akan tetapi lebih aman PTM dilakukan jika siswanya juga sudah divaksin.

“Karena pernah kejadian di sini. Gurunya (istri) sudah divaksin. Suaminya tidak divaksin, eh terpapar juga,” katanya.

Ketua YPSIM Finche Kosmanto mengatakan, di YPSIM, saat ini seluruh siswa dan orangtuanya sudah divaksin tahap dua. Sebelumnya Senin (11/10) ada 1.500 siswa dan orangtua yang divaksin.

“Hari ini juga ada 1.500. Jadi total yang divaksin pada vaksinasi kedua ini selama dua hari ada 3.000 orang,” katanya.

Rencananya YPSIM juga akan melaksanakan tatap muka mulai Rabu (13/10). Siswa sendiri akan dibagi dalam tiga gelombang.

“Pagi ada dua sesi masing-masing sesi dua jam belajar. Sementara siang ada satu sesi. Kita berharap siswa dan guru tetap menjaga prokes sehingga tidak ada klaster baru,” pungkasnya.(ng)